Rabu 17 Februari 2021, 18:12 WIB

Polresta Bogor Ungkap Kasus Pembuangan Limbah Medis dari Depok

Dede Susianti | Megapolitan
Polresta Bogor Ungkap Kasus Pembuangan Limbah Medis dari Depok

DOK Humas Polresta Bogor Kota.
Tersangka pelaku pembuang limbah medis asal Depok.

 

AKSI pembuangan limbah medis asal luar daerah di wilayah hukum Bogor kembali terjadi. Kali ini kasusnya terjadi di wilayah hukum Kota Bogor. Tim dari Polresta Bogor Kota berhasil memgungkap dan menangkap pelaku pembuang sampah asal Depok.

"Kami sudah menangkap satu pelaku. Dari pengakuan tersangka dirinya diperintahkan oleh perusahaannya yang ada di Depok," ungkap Kapolresta Bogor Kota Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condro saat ekspose di Mapolresta Jalan Kapten Muslihat, Rabu (17/2).

Pihaknya mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada tumpukan sampah limbah medis di tempat pembuangan sementara (TPS), Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Pihaknya pun langsung melakukan upaya penelusuran dan kemudian tersangka ditangkap pada 12 Februari.

"Ditangkap di Cipaku atas nama Yohanes Santoso Purba. Ia karyawan dari kantor yang berada di Cinere, Depok," ungkapnya. Perusahaannya ialah PT Flobamora Visco Mandiri yang terletak di Jalan H Terin RT 002 RW 003 Nomor 76 C Pangkalan Jati baru Cinere Depok.

Dari pengakuan tersangka, dia telah melakukan perbuatannya beberapa kali. Untuk di TKP (Empang) saja sebanyak dua kali. Yang pertama pada 6 Februari dan kedua pada 8 Februari.

"Kejadian ini meresahkan masyarakat di situasi pandemi ini. Kami pun bergerak cepat untuk bisa memberikan jera agar tidak terulang lagi pembuangan tanpa mengindahkan standar, kaedah, khususnya terkait dengan sampah limbah kesehatan," katanya.

Sejumlah barang bukti disita antara lain empat drop boks yang berisi bermacam-macam sampah limbah medis B3, sarung tangan, alat pelindung diri, termasuk hasil test pack untuk peemeriksaan covid-19.

Terhadap tersangka, pihaknya menerapkan Pasal 40 ayat 1 UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dengan ancaman pidana 4 sampai 10 tahun penjara. Ia juga dijerat Pasal 104 UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Kapolres menjelaskan akan terus menelusuri kasus tersebut karena diduga ada beberapa pihak yang terlibat. Hasil pemeriksaan, perusahaan tempat pelaku bekerja ternyata bekerja sama dengan pihak lain.

"Kami akan mendalami lebih jauh. Dia bekerja sama dengan Klinik Kalgen. Apabila tidak menggunakan sarana pembuangan limbah sesuai ketentuan, perusahaan itu akan kami periksa lebih lanjut dan bisa menjadi tersangka. Kemungkinan tersangka akan bertambah. Kami akan melakukan pengembangan terus," jelasnya.

Untuk modus operandi pelaku, karena pelaku tinggalnya di Bogor, dia tahu tempat pembuangan sampah. Bahkan pelaku juga mengaku sempat membuang sampah berbahaya itu di jalan tol, tepatnya sekitar rest area.

Pelaku melakukan perbuatannya pada malam hari sekitar pukul 19.00 atau 20.00 WIB. "Saya disuruh perusahaan saya untuk memusnahkan sampah covid-19 ini. Di Empang dua kali sama satu lagi di rest area. Waktunya barengan dengan yang di sini," kata tersangka Yohanes.

Karena sampah-sampah tersebut berbahaya dan tidak memungkinkan untuk dibawa ke sidang pengadilan, pihak kepolisian pun langsung melakukan pemusnahan dengan cara dibakar. Sebelumnya atau awal pekan lalu, jajaran dari Polres Bogor pun berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pembuangan sampah limbah B3 di tiga titik di Kecamatan Cigudeg, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor.

Ratusan kantong sampah limbah medis bekas covid-19 itu ternyata dari hotel di Tanggerang. Hotel itu merupakan tempat isolasi mandiri pasien atau orang tanpa gejala (OTG) covid-19. (OL-14)

Baca Juga

ANTARA

Penumpang KRL Terus Meningkat, KAI Commuter Minta Prokes Tetap Ditaati

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 19:00 WIB
semakin banyak pengguna yang kembali memanfaatkan KRL Commuter Line untuk beraktivitas terutama di hari...
MI/RAMDANI

Tanggapi Laporan LBH, Pemprov DKI Tegaskan Optimal Tangani Pandemi

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 18:45 WIB
Pemprov DKI menegaskan secara optimal dan berupaya maksimal untuk utamakan keselamatan warga dari risiko paparan...
MI/Andri Widiyanto

Tes PCR Jadi Syarat Terbang, YLKI: Kebijakan Diskriminatif

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 18:15 WIB
Harga Eceran Tertinggi (HET) tes PCR di lapangan kerap diakali oleh provider atau oknum dengan istilah PCR Ekspress, yang katanya...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya