Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Operator Siap Bergabung

Put/J-2
05/4/2016 04:10
Operator Siap Bergabung
(MI/Galih Pradipta)

OPERATOR bus angkutan perbatasan terintegrasi bus Trans-Jakarta (APTB) siap meremajakan armada dan bekerja sama operasi dengan PT Trans Jakarta melalui mekanisme pembayaran rupiah per kilometer.

Keputusan diambil setelah Pemerintah Provinsi DKI segera menghentikan operasional bus berwarna biru tersebut karena ilegal.

Menurut rencana, bus APTB yang selama ini melayani penumpang dari Bogor, Tangerang, dan Bekasi akan digantikan dengan bus aglomerasi Trans-Jabodetabek, bus hibah dari Kementerian Perhubungan.

Bahkan, pada awal Maret lalu bus APTB sempat dilarang masuk ke tengah Kota Jakarta dan hanya sampai halte bus Trans-Jakarta di pinggir kota.

Salah satu operator bus APTB yang siap bekerja sama dengan PT Trans Jakarta ialah Mayasari.

Menurut perwakilan manajemen Mayasari, Daryono, bila APTB diputuskan boleh beroperasi lagi seperti bus Trans-Jabodetabek, pihaknya siap bekerja sama.

"Kalau Pemprov maunya kita jadi operator bus besar saja, juga kami siap untuk meremajakan lewat LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). Saat ini kami masih menunggu formula rupiah per kilometer dari LKPP," kata dia, beberapa waktu lalu.

Ia juga menilai transportasi sejenis APTB masih dibutuhkan masyarakat yang tinggal di daerah penyangga Jakarta, antara lain Bogor, Tangerang, dan Bekasi.

Saat APTB berhenti beroperasi ke pusat Jakarta pada awal Maret lalu, ujarnya, penumpang yang biasa menggunakan transportasi itu mengeluh karena harus berganti ke bus Trans-Jakarta di halte perbatasan.

Sementara itu, salah seorang pengguna bus APTB, Mega, 27, berharap bila operasional transportasi umum itu akan dihentikan, bus aglomerasi penggantinya atau Trans-Jabodetabek harus sudah siap sehingga tidak sampai terjadi kekosongan.

Menurut warga Cianjur, Jawa Barat, yang mengontrak di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, itu kehadiran bus penghubung Jakarta dan Bogor membuatnya nyaman setiap kali harus mudik ke Cianjur di akhir pekan.

"Saya naik APTB dari Halte Sarinah ke Ciawi, Bogor, lalu lanjut naik bus ke Cianjur. Praktis dan cepat sampai," kata dia.

Dengan tarif Rp16 ribu, Mega menilai ekonomis menumpang bus jurusan Tanah Abang-Ciawi tersebut.

Karena itu, ia berharap memperoleh kenyamanan serupa di bus Trans-Jabodetabek yang akan menggantikan APTB.

Pengguna bus lainnya asal Bekasi yang bekerja di Jakarta Pusat, Ana, 27, berharap APTB segera dihapuskan.

Alasannya, di rute itu masih banyak moda transportasi lain sehingga keberadaan APTB tidak berpengaruh besar. (Put/J-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya