Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA 5 hari Media Indonesia berada di tengah-tengah warga empat kecamatan yang mayoritas penduduknya beragama Kristen dan Katolik.
Kecamatan itu meliputi Simpang Kanan, Danau Paris, Gunung Meriah, serta Kecamatan Suro Makmur.
Perihal adanya pemaksaan, menurut Kepala SMAN 1 Gunung Meriah Musrem, sepenuhnya tidak benar.
Pelajaran agama Kristen ditiadakan berdasarkan ketentuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Singkil.
"Kami memang hanya mengajarkan pendidikan agama Islam. Namun, kami juga menganjurkan siswa-siswi untuk ikut kebaktian di gerejanya. Begitu pun dengan nilai anak-anak, kami tidak berikan kalau sudah ada nilai dari pengurus agama setempat. Kami minta dari sana karena memang begitu petunjuknya," tutur Musrem, pekan lalu di kantornya.
Seingatnya, dalam 10 tahun terakhir, belum ada arahan untuk membuat kelas pendidikan agama Kristen, termasuk perhitungan minimum jumlah siswa untuk membuat kelas agama.
Teknis penilaian yang dilaksanakan pihak sekolah sudah cukup baik dengan meminta nilai dan melaksanakan pembinaan oleh pengurus agama setempat.
Jadi, pendeta bisa langsung berkoordinasi dengan pihak sekolah.
"Jumlah murid beragama Kristen di SMAN 1 Gunung Meriah sekitar 30 orang dari total 742 siswa," jelasnya.
Kepala SD Sikeras, Ringan Berutu, juga memastikan tidak ada bentuk-bentuk pemaksaan dalam pendidikan agama.
Namun, diakui, masih ada perbedaan-perbedaan menyangkut pendidikan agama bagi peserta didik.
"Untuk murid-murid beragama Kristen, penilaian diberikan berdasarkan akhlaknya. Selama kelas agama Islam berlangsung, mereka berada di luar. Seperti sekarang ini, kelas BTQ (baca tulis Quran), yang Kristen belajar biasa, sementara yang muslim belajar BTQ. Jumlah murid Kristen di SD Sikeras Kecamatan Suro Makmur berjumlah 120 siswa dari 169 siswa atau 70% dari total murid," terangnya.
Lain lagi kebijakan yang diambil Warmaidah.
Kepala SMPN 1 Simpang Kanan tersebut mewajibkan murid agama Kristen tetap ada di dalam kelas saat pelajaran agama Islam.
Alasannya, kalau dibiarkan berada di luar, bisa tidak tertib dan bisa mengganggu teman dari kelas yang lain.
Warmaidah berpandangan nilai agama bukan hanya penilaian ilmu semata, melainkan juga akhlak.
Pernah terjadi siswa Kristen mendapat nilai agama Islam lebih tinggi, bahkan bisa membaca tulis Alquran.
"Mungkin mereka penasaran sebab itu tidak pernah dilarang atau dianjurkan," urainya.
Pihak sekolah belum pernah mengusulkan kelas agama untuk peserta didik beragama Kristen karena tidak ada instruksi dari dinas pendidikan.
"Saya tidak tahu bagaimana kebijakan ke depan. Jika ada instruksi mengadakan kelas pelajaran agama Kristen, kami akan tindak lanjuti," tukas Warmaidah.
Belum ada koordinasi
Dikonfirmasi secara terpisah terkait dengan penjelasan Kepala SMAN 1 Gunung Meriah yang memperbolehkan pihak gereja memberi nilai pendidikan agama Kristen, pimpinan gereja di Kecamatan Gunung Meriah menyanggahnya.
Dua pimpinan gereja mengaku belum pernah menerima permintaan sekolah untuk memberikan nilai pelajaran agama Kristen ataupun pembuatan soal ujian, sedangkan satu mengaku pernah, hanya jarang sekali.
Guru Jemaat GKPPD (Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi) Situlabas Pohan memastikan pihak sekolah tidak pernah mengirimkan surat dalam permohonan pemberian nilai kepada murid beragama Kristen.
Pernyataan itu diperkuat oleh Pendeta Huria Kristen Indonesia (HKI) Gunung Meriah E Silitonga.
"Saya sudah melayani lebih dari 3,5 tahun di sini. Dua tahun lalu (2014) pernah ada jemaat saya yang meminta nilai, setelah itu tidak pernah lagi ada pemintaan," katanya.
Saat itu tidak ada surat keterangan dari kepala sekolah.
Cuma siswa yang datang kepada pendeta. Siswa bersangkutan diberi nilai berdasarkan hati nurani sebab pendeta tidak diberi tahu bagaimana teknis penilaian.
"Jemaat saya banyak bersekolah di SMAN 1 Gunung Meriah, tetapi yang datang cuma dua orang siswa kelas 1," tambahnya.
Sebagai pendeta yang gerejanya (HKI) dibakar massa pada 13 Oktober 2015, Silitonga menyatakan pihaknya belum pernah dilibatkan dalam pendidikan agama di sekolah ataupun diundang dalam bentuk pertemuan.
"Hanya perlu saya tambahkan, di Desa Suka Makmur Gunung Meriah, ada sejumlah gereja. Jadi tidak semua orang Kristen di Kecamatan Gunung Meriah ini bernaung di satu gereja," imbuhnya.
Tak jauh berbeda, Guru Gereja Katolik Gunung Meriah Laher Manik juga menampik adanya kerja sama pendidikan antara pihak gereja dan sekolah.
Ia mengisahkan jemaatnya yang bersekolah di SMAN 1 Gunung Meriah diwajibkan mengikuti pelajaran agama Islam dan mengerjakan soal-soal agama Islam untuk kenaikan kelas dan kelulusan sekolah.
"Selama ini enggak ada permintaan nilai kepada pihak gereja. Anak saya selesai sekolah beberapa tahun lalu, begitu pun cucu saya yang masih sekolah, kami tidak ada mengeluarkan nilai untuk siswa Kristen. Jemaat kami yang bersekolah di SMAN 1 Gunung Meriah sedikitnya 30 orang," tambah Laher Manik.
Media Indonesia selanjutnya menemui sejumlah murid SMAN 1 Gunung Meriah dan SMAN 1 Suro.
FN, siswa kelas XI, menyebutkan mendapat penilaian pendidikan agama berdasarkan sikap di sekolah.
Selama pelaksanaan kelas agama Islam, murid agama Kristen tetap duduk tertib dan tidak diperkenankan keluar kelas.
JB, siswa Kelas XI SMAN 1 Suro, mengaku tidak ada pelajaran agama di sekolahnya kecuali Islam.
Saat pelajaran agama Islam berlangsung, murid nonmuslim diharuskan berada di kelas.
"Setiap minggu ada dua kali kelas agama Islam. Kami harus masuk, kata guru, untuk menghargai. Kalaupun enggak belajar, enggak apa-apa, asal jangan keluar masuk kelas. Kalau tidak masuk akan diberi sanksi dilarang masuk pada jam selanjutnya, kemudian nilai dikosongkan. Di rapot pun akan dapat nilai rendah," bebernya.
Nilai siswa per semester paling rendah 6 dan paling tinggi 6,5.
Setelah adanya sorotan diskriminasi pendidikan agama di Aceh Singkil,
Kepala SMAN 1 Suro mengumumkan nilai ujian akhir semester diminta kepada pendeta atau pastor. (T-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved