Selasa 20 Oktober 2020, 04:00 WIB

Sampah Laut Menurunkan Minat Wisatawan

Faj/J-2 | Megapolitan
Sampah Laut Menurunkan Minat Wisatawan

MI/RAMDANI
Petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu membersihkan sampah plastik yang terbawa angin Barat Laut di Pelabuhan Kali Adem.

 

DESTINASI wisata bahari di Kepulauan Seribu memang menjadi andalan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menarik turis lokal dan mancanegara. Wilayah dengan luas 4.745 kilometer persegi dan 110 pulau itu menjadi andalan dengan perpaduan pasir putih dan laut yang biru.

Namun, di balik potensi wisata yang menjanjikan, Kepulauan Seribu masih diterpa masalah, seperti sampah yang belum teratasi. Bupati Kepulauan Seribu Junaedi membenarkan sampah menjadi problem utama. Sampah justru akan membuat nilai dan ketertarikan wisatawan menurun.

Ia mengatakan sejauh ini laut di wilayahnya mendapat kiriman berton-ton sampah dari pesisir DKI Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Karawang.

“Turis kalau wisata disambut sampah, pasti tidak akan kembali lagi. Namun, kalau laut bersih, tidak ada sampah, orang akan senang berwisata, seperti snorkling, diving, dan jet ski,” kata Junaedi.

Data dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, pada Agustus hingga September 2020, menyebut terjadi peningkatan volume sampah yang diangkut di perairan, yakni dari 20,6 ton menjadi 22,56 ton per harinya.

Hal ini akan menjadi pekerjaan tambahan bagi petugas di pesisir Kepulauan Seribu untuk mengangkut sampah yang berada di laut lepas.

Junaedi mengaku akan mengusulkan pengadaan kapal penyedot sampah itu ke Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Ia mengharapkan pengadaan itu mampu membuat upaya membersihkan laut dari sampah menjadi lebih maksimal.

Pendapat berbeda dilontarkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih. Ia menegaskan pengelolaan sampah di Kepulauan Seribu selama tiga tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang baik.

“Secara umum, pengelolaan sampah di Kepulauan Seribu sudah cukup baik. Ke depan, kami menggiatkan pengurangan sampah di sumber yang melibatkan peran serta masyarakat,” kata Andono, Sabtu (17/10).

Andono menjelaskan, sejauh ini Suku Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu secara rutin melakukan pengelolaan sampah di pulau-pulau berpenduduk dan lokasi wisata, serta wilayah pesisir. Penanganan sampah yang dilakukan secara konsisten itu mulai menunjukkan hasil dengan membaiknya kondisi perairan laut di Kepulaun Seribu.

“Salah satu indikatornya, munculnya lumba-lumba yang mengiringi kegiatan pembersihan laut oleh petugas. Video ini sempat viral pada pekan lalu,” ujar Andono. (Faj/J-2)

Baca Juga

Antara

Rizieq ‘Kabur’ dari RS, Epidemiolog: Harus Ada Upaya Persuasif

👤Hilda Julaika 🕔Minggu 29 November 2020, 14:00 WIB
Epidemiolog Dicky Budiman, perlu ada upaya klarifikasi serta pendekatan persuasif kepada MRS. Pasalnya hal ini berkaitan dengan pihak lain...
MI/Gabriellangga

Razia Protokol Kesehatan, Polres Jaksel Tutup 19 Kafe dan Restoran

👤Rahmatul Fajri 🕔Minggu 29 November 2020, 13:33 WIB
Selain kafe dan restoran, petugas juga membubarkan kerumunan di sepanjang jalan Antasari, Kemang, Bulungan, Blok M, dan Pondok...
Ilustrasi

KPK Duga Harun Masiku Tak Gunakan Ponsel Lagi

👤Tri Subarkah 🕔Minggu 29 November 2020, 13:19 WIB
OTT terhadap Edhy diakui Nawawi lebih mudah ketimbang usaha penangkapan Harun. Menurutnya, hal itu disebabkan karena Edhy menggunakan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya