Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
TUGAS yang diemban Direktorat Samapta Polda Metro Jaya (PMJ) mengatasi merebaknya pandemi Covid-19 di wilayah Jabodetabek sangat beragam.
Anggota Ditsamapta PMJ harus gencar patroli untuk menjaga kamtibmas, mengedukasi masyarakat terkait penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hingga terlibat menunaikan fardu kifayah memakamkan jenazah pasien Covid-19.
Direktur Samapta PMJ Kombes Mohamad Ngajib Selasa (14/4) mengatakan jajarannya proaktif mengantisipasi terjadinya kerawanan sosial pada masa penerapan PSBB di Jakarta.
“Kami melakukan beberapa kegiatan yang sifatnya pencegahan terhadap gangguan kamtibmas yang terjadi di wilayah Jakarta. Di antaranya patroli dialogis secara rutin maupun berskala besar yang melibatkan beberapa unsur terkait seperti TNI dan Satpol PP,” kata Mohamad Ngajib.
Jajaran Ditsamapta PMJ selain berpatroli juga melakukan pengawasan transportasi di 33 check point, termasuk di 11 titik pintu masuk ke arah Jakarta.
“Kami mengawasi jalannya lalu lintas. Masyarakat yang mengenedarai kendaraan atau sepeda motor diwajibkan menaati social distancing, menggunakan masker, dan menggunakan sarung tangan bagi pengendara sepeda motor,” paparnya.
Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penolakan warga terhadap pemakaman jenazah, kata Ngajib, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk pengamanan prosen pemakaman jenazah pasien Covid-19 di berbagai TPU yang ditunjuk Pemprov DKI Jakarta seperti TPU Tegal Alur dan TPU Pondok Rangon.
Selain itu, Ditsamapta PMJ juga membentuk tim khusus untuk mengejar dan mengungkap kasus-kasus kejahatan yang terjadi pada saat pemberlakuan PSBB di Jakarta.
Berkat patroli rutin dan edukasi masyarakat, Ngajib mengatakan tingkat kriminalitas di Jakarta cenderung menurun selama penerapan PSBB. Meski demikian, Ngajib memberi perhatian khusus terhadap adanya kejahatan-kejahatan yang baru muncul seperti yang dilakukan kelompok Anarko.
“Nah, ini kan baru saat ini terungkap. Dan, ada beberapa kejahatan yang dilakukan para napi yang mendapat dispensasi dikeluarkan, kemudian melakukan kejahatan lagi. Ini yang menjadi perhatian dari aparat. Ini sudah dilakukan penangkapan dan pengungkapan,” ungkapnya.
Menurut dia, pihaknya juga terus memantau pergerakan para mantan napi yang mendapat dispensasi dikeluarkan dari penjara. Jika para napi tersebut kembali melakukan kejahatan, dapat segera ditangkap dalam waktu yang singkat.
“Inilah langkah-langkah yang dilakukan Polda Metro Jaya, melakukan pemantauan dan pengawsasan terhadap napi yang keluar,” tegasnya.
Ngajib juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan tetap menjaga diri. “Jangan sampai dalam situasi seperti sekarang ini menunjukkan kemewahan saat keluar rumah. Tetap berhati-hati jika mengendarai sepeda motor. Rumah jangan sampai tidak terkunci saat ditinggal,” pungkasnya. (J-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved