Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DAMPAK banjir yang dirasakan ratusan ribu warga Kota Bekasi, Jawa Barat, pada awal 2020 belum hilang. Musibah tersebut kembali datang pada Selasa (25/2).
Padahal, derita kerugian materi hingga luka psikologis belum juga sembuh. Meski genangan air tak separah banjir pada awal Januari, banjir kali ini cukup membuat mereka terpukul.
Baca juga: Meluas, Ini Titik Banjir di Kabupaten Bekasi
Warga Perumahan Jati Unggul RT07/19, Kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Ivan Faisal mengatakan, banjir yang melanda permukimannya saat ini mencapai 2 meter. Tinggi air banjir tersebut bahkan menyerupai kondisi banjir yang melanda Perumahan Pondok Gede Permai.
"Sejak banjir awal tahun, tiap hujan kami (warga) bersia,mp, apalagi melihat hujan lebat pada dini hari tak kunjung berhenti," kata Ivan, Selasa (25/2).
Baca juga: Tersengat Listrik saat Banjir, Hansip di Bekasi Meninggal
Ia menjelaskan, air mulai memasuki pekarangan rumah sejak pukul 05.00 WIB. Saat itu barang-barang berharga miliknya mulai diamankan mulai dari baju, perabot rumah tangga, dan peralatan elektronik.
Ivan mengaku trauma sejak banjir pada awal tahun. Setiap hujan turun ia tak mampu tertidur pulas dan memilih begadang. Apalagi, setelah pemerintah setempat memperpanjang status siaga darurat bencana hingga Maret.
"Beberapa hari ini jarang tidur ya, karena kan memang setiap malam, setiap hari itu hujan, enggak tenang hidup," tutur Ivan.
Baca juga: Back Water Diduga Pemicu Perluasan Banjir Bekasi
Warga lainnya, Nadya, mengaku kehilangan beberapa perabot berharga sejak banjir awal tahun. Barang-barang itu tidak dapat diselamatkan lantaran ia bersama keluarga pergi keluar kota. Ia sendiri tak menyangka rumahnya itu bakal terendam banjir.
"Karena biasanya kan enggak banjir, banjir pertama itu tahun 2007 lalu. Enggak masuk rumah tapi, nah ini kaget kemarin awal tahun parah sekarang juga masuk rumah," kata dia.
Sejak saat itu, dia mengaku trauma dan enggan membelanjakan perabot rumah tangga sampai pemerintah menyatakan kondisi aman. Paling tidak, saat ini Ia masih bisa tertidur dengan alas kasur di lantai dua rumahnya.
"Jadi yang di lantai satu itu habis ya, mulai dari lemari, bufet, elektronik, dan sofa. Semua kita buang, sekarang enggak mau beli karena memang masih siaga, dan saat ini terbukti banjir lagi," tutur dia.
Dia meminta kepada pemerintah untuk serius dalam penanggulangan bencana banjir. Contohnya dengan menangani seluruh pembangunan folder dan pompa air di Kota Bekasi.
Berdasarkan data yang diperoleh ada 32 titik banjir di Kota Bekasi, pada Selasa (25/2). Sebagian banjir tersebut disebabkan dari luapan aliran kali.
Sejumlah akses jalan juga terputus akibat banjir, seperti di Jalan KH Noer Ali, Bekasi Barat atau Kolong Tol JORR, Jalan Bintara Raya, maupun Jalan Jatibening.
Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan, ketinggian air banjir bervariasi mulai dari 80 sentimeter hingga 100 sentimeter. Ia menduga banjir diaebabkan rencana normalisasi Kali Bekasi belum berjalan.
"Pengerjaan normalisasi itu harusnya dilakukan oleh BWSCC pada tahun ini," kata Tri.
Tri berharap BWSCC mempercepat proses pengerjaan normalisasi Kali Bekasi itu.
Sebab, sesuai apa yang diberitakan sebelumnya Kementerian PUPR sudah menganggarkan sekitar Rp4,3 triliun untuk penanganan Kali Bekasi.
"Semoga dengan kondisinya banjir yang memng semakin berat ini semoga bisa ada percepatan," tandas Tri. (X-15)
Menjelang Ramadan, kegiatan bersih-bersih masjid mulai marak dilakukan warga untuk menyiapkan tempat ibadah yang lebih higienis dan nyaman.
Penerapan tarif telah disepakati bersama antara Pemkot Bekasi, Organisasi Angkutan Darat (Organda), dan para sopir angkot.
POLDA Metro Jaya mengungkapkan bayi yang ditemukan di sebuah apartemen Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (9/2), dinyatakan meninggal dunia.
WALI Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono meninjau langsung lokasi banjir yang merendam permukiman warga di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (30/16).
Banjir kembali merendam Kota Bekasi akibat hujan deras dan luapan Kali Bekasi. BPBD mencatat 15 titik genangan di 7 kecamatan dengan air hingga 150 cm.
Sekolah Lansia KUN dihadirkan sebagai wadah pembelajaran bagi para lanjut usia agar tetap memiliki ruang untuk berkembang, beraktivitas, dan berperan aktif di tengah masyarakat
SUBDIT Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus pencurian uang hasil jualan milik pedagang nasi uduk Atnah, 65, di wilayah Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat.
POLRES Metro Bekasi menggerebek sebuah rumah kontrakan tempat penyimpanan ribuan butir obat keras daftar G jenis tramadol sekaligus meringkus satu orang pelaku.
PEMERINTAH Kabupaten Bekasi berkomitmen menyelamatkan sejumlah aset yang berada di wilayah Kota Bekasi sebagai upaya mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).
Cari lokasi penukaran uang baru di Bekasi? Cek jadwal SERAMBI 2026, titik kas keliling PINTAR BI, syarat KTP, dan batas maksimal penukaran Rp5,3 juta.
KEPOLISIAN Resor Metropolitan Bekasi memastikan tidak akan ada ruang bagi praktik premanisme di pasar baru Sentra Grosir Cikarang (SGC) usai penertiban 500 lebih lapak pedagang pasar tumpah.
SEORANG pengedar narkotika jenis ganja seberat 1,3 kilogram (kg) ditangkap di wilayah Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (19/2).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved