Kamis 06 Februari 2020, 14:14 WIB

Bangun Depo di Ancol Barat, MRT Hadapi Penurunan Muka Tanah

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Bangun Depo di Ancol Barat, MRT Hadapi Penurunan Muka Tanah

MI/Susanto
MRT terhenti akibat pemadaman listrik dan sejumlah penumpang sempat tidak bisa keluar.

 

TANTANGAN berat akan dihadapi PT MRT Jakarta dalam rangka melanjutkan penyelesaian MRT koridor selatan-utara fase 2 dari Bundaran HI-Kota yang akan diperpanjang hingga Ancol Barat.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William P. Sabandar menyebut tantangan berat yang harus dihadapi dalam membangun depo di Ancol Barat yakni penurunan permukaan tanah.

Baca juga: DPRD akan Panggil Jakpro Minta Kejelasan Sirkuit Formula E

Diketahui lahan yang sebelumnya dimiliki swasta itu beberapa cm lebih rendah daripada permukaan laut Telut Jakarta karena adanya laju penurun muka tanah.

"Pembangunan fase 2 ini sangat menantang. Untuk di Ancol Barat itu kita akan menghadapi tantangan di mana lahannya itu di bawah permukaan laut. Kita harus mengantisipasi bahkan sejak perencanaan dilakukan," kata William di Jakarta, Rabu (5/2).

Menurutnya, perlu ada antisipasi dari segi perencanaan infrastruktur selain untuk mengantisipasi potensi penurunan muka tanah, MRT Jakarta juga harus mengantisipasi banjir rob. Terlebih lokasi depo akan menggunakan sistem tapak seperti di Lebak Bulus.

"Untuk itu kita akan berkoordinasi dengan BMKG sebagai lembaga yang memiliki informasi tentang MKG dan langkah antisipasi yang harus diambil," ungkapnya.

William juga menambahkan koordinasi dengan BMKG ini juga akan dilakukan untuk merencanakan pembangunan infrastruktur Stasiun Sarinah hingga Kota.

Pembangunan rute ini nantinya akan berada di 30-40 meter di bawah tanah. Kedalaman ini lebih jauh dibanding stasiun bawah tanah di fase 1 yakni dari Stasiun Bundaran Senayan hingga Stasiun Bundaran HI. Sebabnya, MRT Jakarta harus menghindari Kali Ciliwung yang mengalir di wilayah Harmoni hingga Glodok.

"Tantangan ini menjadi sangat sulit. Kita juga harus mengantisipasi kalau-kalau ada banjir saat proses pengeboran terowongan serta mencegah banjir di permukaan. Jangan sampai orang-orang mengira bahwa ada banjir di atas karena ada proyek MRT di bawahnya," ungkap William. (OL-6)

Baca Juga

DOK MI.

Tunggu Ojek, Karyawati Basarnas Tewas Dibacok Perampok

👤Rahmatul Fajri 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 16:04 WIB
Korban berinisial MN, 22, saat itu tengah menunggu ojek online di pinggir jalan bersama...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Penumpang KRL Padat, DPRD DKI: Covid-19 Belum Hilang 100%

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 15:16 WIB
Pandapotan menjelaskan bahwa warga jangan salah pengertian soal kebijakan...
Ant/Reno A

Adam Deni Tutup Pintu Damai Dengan Jerinx

👤Hilda Julaika 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 11:20 WIB
PEGIAT media sosial Adam Deni bersikeras melanjutkan proses hukum kasus pengancaman yang dilakukan oleh musisi I Gede Ari Astina atau biasa...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sukses PON Papua 2021 Pemerataan Pembinaan di Seluruh Pelosok Negeri

Sukses prestasi ditandai dengan tercipta banyak rekor meski penyelenggaraan multiajang olahraga terakbar Tanah Air itu digelar di masa pandemi covid-19.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya