Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Daerah DKI Jakarta Saefullah menyebut belum memeriksa anggaran pengadaan alat pengeras suara yang termasuk ke dalam kebijakan Disaster Warning System di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta sebesar Rp4,3 miliar.
Namun, mantan Wali Kota Jakarta Pusat itu menegaskan perencaan anggaran sudah dilakukan dengan baik dan diserahkan otoritasnya kepada masing-masing SKPD sesuai kebutuhan dan kapasitas tugasnya.
"Bisa ditanya ke BPBD. Kalau isi kegiatan itu menjadi wewenang dan tanggung jawab SKPD. Kamu perlu apa, adakan apa, mereka yang tanggung jawab termasuk nilai, proses pengadaan, ada mark up atau nggak, wajar atau nggak," kata Saefullah di Balai Kota DKI, Kamis (16/1).
Saefullah menegaskan anggaran yang diajukan pun sudah dibahas dan disetujui oleh DPRD DKI sehingga dapat dipertanggungjawabkan oleh masing-masing SKPD.
Ia menyebut tidak dapat mengintervensi penganggaran karena adanya azas delegation of authority.
Baca juga : Peringatan Banjir Pakai Pengeras Suara, PSI Nilai ada Kemunduran
"Pimpinan sudah kasih ke bawah untuk mengajukan. Namanya delegation of authority. Kalau saya intervensi 'jangan beli' itu malah salah," ungkapnya.
Sebelumnya, anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana mengkritisi pengadaan pengeras suara senilai Rp4,3 miliar untuk peringatan dini bencana oleh BPBD.
Dari penelusuran Media Indonesia pada situs APBD DKI 2020, nilai Rp4,3 miliar bukan hanya belanja untuk pengadaan pengeras suara untuk memberikan peringatan dini saat terjadi bencana.
Dalam situs resmi APBD DKI yakni www.apbd.jakarta.go.id nama resmi nomenklatur pengadaan alat Disaster Warning System (DWS) adalah Pemeliharaan dan Pengembangan Pusat Data Informasi dan Kebencanaan (PDIK) (DIMS, EWS, Medsos, dan Call Center 112).
Anggaran itu diajukan melalui PDIK sebuah unit di bawah BPBD DKI Jakarta. Total anggaran yang diposkan untuk nomenklatur ini senilai Rp4.362.501.441 dengan rincian Rp165 juta untuk pemeliharaan.
Baca juga : Ketimbang Tanggulangi Banjir, Anies Dituding Sibuk Pencitraan
Sementara itu sebesar Rp123.600.000 dibelanjakan untuk tenaga ahli programer S1 sebanyak 2 orang untuk 2 bulan senilai Rp14 juta, tenaga ahli programer D3/D4 2 orang untuk dua bulan senilai Rp10 juta, dan honor edukasi pemakaian alat dengan 8 narasumber untuk 8 kali pertemuan sebesar Rp89,6 juta.
Belanja yang terbesar adalah Rp4.073.901.441 untuk membangun satu stasiun ekspansi peringatan dini bencana transmisi Vhf Radio yang membutuhkan enam set alat senilai Rp3.122.391.373.
Untuk melengkapi stasiun itu, PDIK kemudian menganggarkan berbagai kelengkapannya seperti:
-enam set tiang sebesar Rp 353.096.528,
-enam set modifikasi software untuk Telementry dan Warning Console menggunakan tipe yang sudah ada dengan Amplifier 100W senilai Rp416.215.800,
-enam set Coaxial arrester senilai Rp 14.124.172,
-enam 30W Horn speaker buatan lokal Rp7.062.086
- enam Storage battery 20 Ah, 24V Rp70.618.918
-3-element yagi antenna Rp90.392.564
(OL-7)
Sebanyak 2.839 jiwa masih bertahan di pengungsian akibat banjir hingga ketinggian mencapai 1,5 meter melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Demak.
Ratusan rumah di Perumahan Bukit Pamulang Indah (BPI) Tangsel terendam banjir setinggi 1 meter, Sabtu (4/4). Akses jalan sempat terputus total. Simak update terkininya.
Jalan Ciledug Raya, Cipulir, terendam banjir hingga 50 cm akibat luapan Kali Pesanggrahan, Sabtu malam. Sejumlah kendaraan mogok dan kemacetan panjang terjadi. Simak laporan lengkapnya
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah warga yang terdampak banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terus meningkat.
Banjir merendam sedikitnya 12 rukun tetangga (RT) serta empat ruas jalan di wilayah Jakarta Barat akibat hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Jumat (3/4).
BPBD Sulawesi Tengah mencatat sebanyak 552 unit rumah warga terdampak banjir di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat (3/4) sore.
BPBD Sulawesi Tengah mencatat sebanyak 552 unit rumah warga terdampak banjir di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat (3/4) sore.
Kondisi tersebut, menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga di beberapa wilayah. .
Berkaitan dengan potensi terjadinya kemarau, Asep menegaskan, BPBD masih menunggu informasi lebih lanjut dari BMKG serta BPBD Provinsi Jawa Barat.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri Joko Arianto, di Kediri, Minggu, mengemukakan BPBD secara masif memberikan informasi terkait dengan prakiraan cuaca.
Hujan deras disertai angin kencang membuat pohon tumbang dan mengalangi jalan protokol hingga sebagian jalan tergenang banjir.
BMKG & BPBD Jatim lakukan modifikasi cuaca demi amankan mudik 2026. Hujan lebat turun hingga 70%! Cek detail operasi dan prakiraan cuaca terbaru di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved