Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Daerah Metro Jaya sudah memeriksa 41 orang terkait kasus pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank DKI. 13 orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.
"Sampai saat ini sudah 41 orang yang sudah dipanggil Krimsus [Direktorat Kriminal Khusus] Polda Metro Jaya. Dari 41 tersebut, ada 13 yang ditetapkan sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, Rabu (27/11).
Dari hasil pemeriksaan, salah satu tersangka bahkan menarik uang hingga Rp18 miliar seorang diri. "Ada satu yang pertama inisial IO, ini sampai 18 miliar," papar Yusri.
Uang tersebut diambil melalui ATM Bank DKI dan hanya mengurangi saldo rekening sebesar Rp4 ribu.
Baca juga : Ini Cara Tersangka Bobol ATM Bank Mandiri
"Mengambil dari ATM yang berkurang itu 4.000 perak. Dia mengambil terus sampai memberi tahu ke teman temannya," ungkap Yusri.
Yusri memastikan bahwa tersangka IO merupakan anggota Satuan Polisi Pamong Praia (Satpol PP). Namun, ia tidak merinci apakah IO berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN) atau hanya pegawai kontrak.
Pihak penyidik saat ini masih mendalami berapa kali IO dalam menarik uang di ATM Bank DKI. "Nanti kita sampaikan setelah ada perkembangannya," kata Yusri.
Berdasarian hasil audit yang telah dilkukan, total kerugian yang dialami akibat pembobolan ATM tersebut mencapai Rp50 miliar. (OL-7)
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengizinkan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membangun gedung tinggi di lahan milik Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Pramono menegaskan, pihaknya akan mengikuti dan tidak keberatan dengan hal itu. Justru dalam hal ini, Pramono akan menyesuaikan dengan anggaran yang ada.
Per Juni 2025, laba bersih Bank Jakarta tercatat sebesar Rp421,18 miliar, tumbuh sebesar 24,42% (yoy) dari sebelumnya sebesar Rp338,53 miliar.
Perubahan call name ini menandai dimulainya fase baru transformasi PT Bank DKI menuju arah yang lebih modern, profesional, dan siap bersaing di tingkat nasional dan regional.
Gubernur DKI Pramono Anung mengapresiasi proses konsolidasi yang dilakukan kedua bank sebagai bentuk nyata kepatuhan terhadap regulasi, sekaligus wujud kolaborasi antarwilayah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved