Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI telah memeriksa sedikitnya empat saksi dalam penyelidikan untuk menentukan penyebab kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah di Jalan Thalib III Dalam, Krukut, Tamansari, Jakarta Barat, pada Minggu (17/3) dini hari.
"Kita sudah periksa empat saksi untuk mengetahui penyebab kejadian ini," kata Kapolsek Metro Tamansari AKB Ruly Indra Wijanarko.
Salah satu dari empat saksi itu ialah pemilik rumah yang diduga menjadi sumber kebakaran. Meski pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi, Ruly belum bisa memastikan penyebab kebakaran itu.
"Untuk pastinya, kami tetap harus menunggu hasil uji dari Puslabfor Polri," kata Ruly.
Menurut laporan, ada 2.060 jiwa dari delapan RT di RW 05 Krukut harus mengungsi akibat tempat tinggal mereka ludes dilalap api. Sebagian besar bangunan yang terbakar di permukiman padat tersebut merupakan bangunan semipermanen berbahan kayu. Akibatnya api dengan cepat menjalar ke bangunan di sekitarnya.
Sebelumnya, Camat Tamansari Risan Mustar menyebut penyebab sementara kebakaran tersebut diduga hubungan arus pendek listrik atau meledaknya kompor gas di salah satu rumah warga.
Baca Juga: Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Puluhan Rumah di Tamansari
Di lokasi pengungsian, salah satu pengungsi, Kuswadi, mengaku tak sempat menyelamatkan harta bendanya saat kebakaran terjadi.
"Saya cuma sempat bawa surat-surat sama sepeda motor saja," kata Kuswadi.
Dia tidak sempat membawa apa-apa karena api menjalar begitu cepat pada tengah malam. Ia baru saja ingin beristirahat, lalu didengarnya teriakan warga bahwa ada kebakaran.
Rumah yang ia tempati bersama keluarganya habis terbakar. Saat ini, dia dan keluarganya mengungsi di tenda pengungsian bersama 2.060 korban lainnya.
Untuk fasilitas MCK sehari-hari, dia biasanya ke masjid terdekat. Terkadang air yang keluar tidak banyak mengingat banyaknya pengungsi yang menggunakan air.
Anak-anak yang menjadi korban kebakaran sudah kembali bersekolah meski dengan peralatan seperti buku dan tas yang seadanya.
Neneng yang juga menjadi korban kebakaran mengaku hanya bisa membawa surat-surat saja.
"Bantuan sih ada, cuma jauh ambilnya," ujar dia.
Bantuan yang ada hingga saat ini berupa makanan, pakaian, obat-obatan, popok, pembalut, dan alat mandi. Namun, tidak ada pakaian dalam untuk anak.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengunjungi tenda pengungsian dan memberi bantuan sebesar Rp100 juta. Ia menginstruksikan satu rumah mendapatkan bantuan Rp2,5 juta. (Ant/J-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved