Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
POLRES Metro Jakarta Barat, Selasa (19/2), memamerkan 61 tersangka anggota geng motor yang tertangkap dari berbagai kasus kejahatan.
Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Heryadi mengatakan, para anggota geng motor ini ditangkap karena kasus pembunuhan, pengeroyokan, narkoba, tawuran, dan kepemilikan senjata tajam.
"Mereka anggota dari delapan geng motor yang ada di Jakarta Barat. Setiap geng motor ini mendoktrin anggota mereka untuk berbuat keonaran," kata dia.
Polres Jakbar mendeteksi ada 25 kelompok geng motor di wilayah Jakarta Barat dan sekitarnya. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Barat AKB Edy Suranta Sitepu menyontohkan geng Basmol (Barisan Manusia Oleng), Swiss (Sekitar Wilayah Slipi), Israel (Istana Sekitar Rel) dan Garjok (Garden Pojok), yang kerap membuat onar hingga menganiaya korban secara acak hingga tewas.
Atas keresahaan yang ditebar, Polres Jakbar selama dua bulan ini menargetkan pemberantasan terhadap geng motor. Hasilnya, ada 61 anggota yang ditangkap karena melakukan tindak pidana.
Hengki mengatakan, para anggota geng motor ini sering tawuran. “Sebelum geng tersebut memulai tawuran, mereka akan memberitahukan lewat media sosial lokasi mana yang akan mereka lakukan. Ini merupakan Sebuah Fenomena yang harus kita antisipasi bersama," kata dia.
Sebelum melakukan tawuran, geng motor tersebut memakai ganja dan meminum obat tramadol. Ini memberikan mereka efek percaya diri untuk melawan musuhnya,” ungkapnya.
Alumni Akpol 1996 ini pun mengatakan dari penelusuran kasus aniaya Muhammad Al Fandri hingga tewas di Jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat beberapa waktu lalu, polisi menggerebek toko kosmetik Doa Ibu di Palmerah dan Putri Kartika di Tambora yang menjual tramadol.
"Para tersangka yang kami tangkap ada empat orang berinisial AN, 35, BQ, 35, MZ, 30, dan KM, 20," ujar dia.
Dalam penggerebekan dua toko kosmetik itu, pihaknya tidak hanya mengamankan tramadol saja. Ada beberapa jenis obat yang disita seperti Eximer, Aprazolam, Riklona, Promes, dan HCL 5. "Total keseluruhan barang bukti yang kami sita adalah 40.013 butir obat berbagai jenis, uang tunai Rp615 ribu, serta buku hasil rekap penjualan," tutur dia.
<b>Peran orang tua<p>
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Kak Seto, mengimbau orang tua agar anak–anak mereka tidak terjerumus oleh lingkungan masyarakat yang kurang baik.
Kak Seto merasa miris karena dari 61 anggota geng motor itu, terdapat pelaku yang masih masuk kategori anak-anak. “Anak–anak yang menjadi tersangka ini juga menjadi korban lingkungan masyarakat yang kurang baik, lingkungan pertemanan yang kurang baik. Orang tua harus melindungi buah hatinya agar tidak terjadi kejadian seperti ini,” katanya. (A-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved