Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Truk Sampah Dihadang, Pemprov DKI Lapor Polisi

Ciputri Hutabarat/Achmad Zulfikar Fazli
03/11/2015 00:00
Truk Sampah Dihadang, Pemprov DKI Lapor Polisi
(MI/Bary Fathahilah )
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melaporkan puluhan warga yang menghadang truk sampah DKI di Cileungsi, Bogor. Gibernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memastikan pelaporan itu.

"Kita sudah lapor polisi dan kita kirim surat pada polisi. Hari ini Dinas Kebersihan ke sana," kata pria yang akrab disapa Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (3/11).

Aksi hadang jalan, lanjut Ahok, merupakan salah satu bentuk premanisme. Indikasinya bisa dilihat dari warga yang menghadang meminta uang yang diklaim sebagai bentuk kompensasi dampak sosial yakni bau sampah.

Padahal, kata Ahok, Pemprov DKI sudah memberikan dana sebesar Rp100 miliar kepada Kabupaten Bogor terkait sampah. Bahkan, kalaupun Pemkab Bogor memerlukan dana lebih, Pemprov DKI bersedia memenuhinya.

"Saya bilang kalau mau ngajuin Rp1 triliun juga kita kasih. Tapi selama masuk akal dan ada hubungan dengan Jakarta," tegas Ahok.

Kemarin, 200 truk sampah milik Dinas Kebersihan DKI Jakarta diblokade oleh sekitar 50 orang warga dan ormas di Cileungsi. Warga menuntut uang ganti rugi karena merasa terganggu dengan bau sampah dari truk yang lewat.


Murni aksi warga


Sementara itu, warga Cileungsi, Harini Ibeng, mengklaim warga telah lama merencanakan aksi penolakan ini. Sebab, warga sudah tidak tahan dengan bau menyengat yang ditimbulkan dari truk sampah tersebut.

"Sudah lama juga aksi ini tapi memang ini murni aksi dari warga juga, karena memang melihat dari dampak itu mobil limbah yang lewat jadi posisinya juga mengganggu. Sampai radius 100 meter juga masih tercium," kata Harini, Selasa (3/11).

Selain bau menyengat, Harini pun tidak terima truk sampah yang melintas membuat beberapa jalan di daerahnya menjadi rusak.

"Makanya kita warga yang perduli dengan Cileungsi. Kita kompakan dengan warga lain juga, kita turun ke lapangan langsung," imbuh dia.

Ia pun mengaku aksi ini bukan yang pertama. Sebelumnya, kata dia, warga juga telah melakukan aksi penolakan terhadap truk sampah ini. Namun, aksi tersebut belum secara total diberikan warga.

"Sebenarnya dari kemarin-kemarin juga sudah melakukan (aksi penolakan), tapi tidak ribut banyak begini. Ini karena baru mendapatkan kekompakan dari warga, kemarin-kemarin hanya bertahan sampai jam 10. Sekarang jam berapa aja sudah," pungkas dia.

Sejumlah warga dan ormas dengan baju khasnya loreng orange hitam masih terlihat berjaga di Jalan Raya Cileungsi, tepatnya di under pass Cileungsi. Mereka terus memantau dan berjaga untuk mencegah truk sampah yang melintas.

Dua buah kain lebar bertuliskan penolakan terhadap truk sampah dari DKI pun terbentang di pinggir jalan. Selain tulisan, kain tersebut pun dipenuhi dengan tanda tangan dari warga Cileungsi yang mendukung penolakan tersebut. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya