Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan akan mengkaji dan menata ulang rute operasi bus sekolah. Hal itu untuk terus meningkatkan penggunaan bus sekolah oleh para pelajar di Ibu Kota.
Ditemui di Balai Kota, Andri menyatakan saat ini untuk terus meningkatkan pelayanan bus sekolah pihaknya juga mengkaji bus sekolah agar masuk ke pemukiman rumah susun.
"Karena sekarang rusun itu kan mulai bertambah dan penghuninya juga makin banyak dari warga relokasi. Diusahakan bisa menusuk sampai wilayah rusun juga," kata Andri, Senin (02/11).
Andri mengatakan Gubernur memang sempat ingin menghapus keberadaan bus sekolah karena tidak efektif dan layanan bus Trans Jakarta sudah digratiskan bagi siswa kurang mampu pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP).
Namun, penghapusan tidak bisa dilakukan lantaran Andri berpendapat bus sekolah masih sangat dibutuhkan bagi pelajar khususnya yang tinggal di pemukiman padat. Terlebih lagi jalur bus Trans Jakarta tidak masuk hingga ke wilayah pemukiman penduduk.
Oleh sebab itu, ia berharap nantinya bus sekolah juga bisa menjadi bus pengumpan bagi pelajar yang ingin meneruskan perjalanan dengan bus Trans Jakarta.
"Bukan dihapus. Maksudnya kalau bisa itu jadi pengumpan. Karena menurut saya itu masih sangat bermanfaat lho. Hanya sosialisasi kurang. Makanya itu kami juga akan petakan wilayah mana yang nantinya berpotensi jadi kantong-kantong penumpang, kita alihkan busnya kesitu," ujar Andri.
Total ada 130 unit bus sekolah yang beroperasi dengan rincian 95 bus besar dan 35 bus sedang. Hingga kini rute telah berkembang hingga berjumlah 23 rute dengan rincian delapan rute pengumpan dan 15 rute utama. Rute-rute tersebut yakni rute 1 melayani jurusan Lapangan Banteng - Galur - Perintis Kemerdekaan.
Ke-2 jurusan Plumpang - Sunter - Kemayoran, ke-3 Gandaria - Hek - TMII, ke-4 Perintis Kemerdekaan - Pulogadung - Pondok Kopi. Kemudian, ke-5 jurusan Kampung Melayu - TMII - Ceger, ke-6 Pasar Minggu - Buncit - Kebayoran PTIK, ke-7 Pasar Minggu - Ranco - Lenteng Agung - Universitas Indonesia.
Selanjutnya, ke-8 Pasar Minggu - Pancoran - Manggarai, ke-9 Cawang - Plumpang, ke 10 Cilincing - Plumpang - Perintis Kemerdekaan, ke-11 Kampung Melayu - Lapangan Banteng. Sedangkan ke-12, Blok M - Ciledug, ke-13 jurusan Terminal Kalideres - Gajah Mada, ke-14 Pulogadung - Pondok Bambu - Cawang dan ke-15 jurusan Blok M - Pondok Labu.
Sementara untuk bus sedang yang berfungsi untuk zonasi melayani delapan rute. Masing-masing, jurusan Pondok Gede - Halim - Condet - Ranco. Kemudian jurusan Kampung Melayu - Rawamangun, Kalideres-Kamal, Kalideres - Semanan - Duri Kosambi.
Selain itu ada pula rute Pulogadung - Mardani - Paseban, Cawang - Pejaten - Ragunan, Rawamangun - Cikini - Lapangan Banteng dan Lubang Buaya - Dukuh - Kampung Rambutan - Ranco.
Kini jumlah pelajar yang menumpang bus sekolah mencapai 160.000 orang perhari.(Q-1)