Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
TUMPUKAN sampah berserakan di Jalan Pondok Ranggon, Kelurahan Harjamukti, Cimanggis, Kota Depok. Sampah-sampah itu dibiarkan menumpuk sejak memasuki hari pertama Idul Fitri dan hingga Rabu (20/6) sore.
Meski bau dari sampah busuk sudah menyeruak, sampah-sampah itu belum juga diangkut ke Tempat Penampungan Sampah Akhir (TPA) di Cipayung, Kota Depok. Karena lokasinya perbatasan dengan wilayah DKI Jakarta dan Kota Bekasi, jika angin bertiup, bau busuk itu juga terbawa hingga ke dua wilayah tersebut.
Ketua RT 002 RW 06 Kelurahan Harjamukti, Cimanggis, Kota Depok Mista Rukana mengatakan sampah sampah itu dibuang warga sekitar dan pengendara motor dan mobil yang melintas. “Bau sekali sampah sudah menumpuk,” katanya saat bersua dengan Media Indonesia di lokasi timbulan sampah, Rabu (20/6).
Sampah-sampah itu, kata Mista, sudah ada sejka hari pertama Lebaran. Tumpukan sampah itu berada di pinggir jalan yang merupakan lingkup RT 003 RW 06, persisnya di depan Taman Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon.
"Jarak lima meter sudah tercium bau sampah yang menyengat, sangat tidak sedap, tidak nyaman tercium indera hidung. Kita kalau ke Kranggan, Kota Bekasi atau DKI terpaksa lewat jalan alternatif. Takutnya terserang mual-mual, gangguan pernapasan dan ruam pada kulit," ucapnya.
Dia tidak memahami mengapa pengangkutan sampah terhambat akibat libur Lebaran. "Kalau lagi libur, ya seharusnya dibuatkan shift agar sampah tidak menumpuk dan berserakan seperti ini. Sampah itu harus diangkut agar baunya berkurang dan tidak menimbulkan penyakit," imbuhnya.
Mista mengaku kecewa kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok yang lamban mengangkut sampah rumah tangga di lingkungannya. “Jujur saja kita kecewa berat terhadap Pemerintah Kota Depok. Kita beberapa kali meminta angkutan sampah untuk mengangkut sampah masyarakat ke tempat penampungan akhir sampah di Cipayung. Namun tak pernah direspon," tuturnya.
Samsudin, salah seorang warga RW 14 Kelurahan Harjamukti, Cimanggis, Kota Depok juga mengaku kecewa kepada Pemerintah Kota Depok, dalam hal ini Dinas LHK Kota Depok, karena membiarkan sampah berhari-hari bertumpuk.
“Lingkungan kami kotor karena jalan jadi tempat pembuangan sampah. Sampah yang dibiarkan menumpuk bisa menyebabkan gangguan kesehatan," katanya.
Kepala Dinas LHK Kota Depok Etty Suryahati beberapa hari silam mengaku optimis tidak terjadi penumpukan sammpah di Kota Depok. Sebanyak 32 unit pengelola sampah (UPS) dan 425 bank sampah akan bertugas mengurangi produksi sampah organik dan anorganik.
“UPS dan bank sampah mampu mengelola 5-6 ton sampah per hari dan mengurangi timbulan sampah di TPA Cipayung, “ katanya
Selain itu, pihaknya juga berjanji mengoperasikan seluruh truk kebersihan untuk mengangangkut sampah dari sumber untuk diantarkan ke TPA Cipayung. “Semua truk kebersihan akan kami operasikan mengangkut sampah rumah tangga dan sampah di jalan negara," ujarnya. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved