Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Datang ke Jakarta, Jangan Cuma Modal Nekat

Akmal Fauzi
19/6/2018 17:04
Datang ke Jakarta, Jangan Cuma Modal Nekat
(ANTARA FOTO/Agus Bebeng)

ARUS balik setelah libur Lebaran kerap diikuti dengan arus urbanisasi yang menjadi momok untuk kota besar seperti Jakarta. Sejumlah warga Jakarta, menyayangkan jika para pendatang itu tak punya keahlian dan hanya bermodal nekat datang ke Ibu Kota.

Salah satunya Imran, 41, penduduk yang lahir dan besar di Jakarta. Ia meyakini, Jakarta setiap tahunnya akan bertambah jumlah pendatang baru.  "Hanya nekat aja datang, enggak punya keahlian, enggak tahu harus ke mana, kerja apa. Ujungnya hanya penuhi trotoar jalan, kolong jembatan yang merusak Jakarta," kata Imran kepada Media Indonesia.

Lain hal dengan Zarkasih, 37, warga Duri Kosambi, Jakarta Barat. Dia menilai fenomena urbanisasi seusai libur lebaran harus jadi perhatian pemerintah di daerah. Ia mengatakan, harusnya daerah-daerah ‘pengirim’ pendatang baru ini juga harusnya berbenah.

Tidak bisa dimungkiri, selain karena daya tarik kota besar, alasan lain para pendatang baru ini tetap membanjiri kota-kota besar seperti Jakarta adalah ketiadaan lapangan pekerjaan di daerah asal mereka.

"Kalau misalnya di daerah mereka harus aktif memberikan keterampilan, lapangan pekerjaan. Saya yakin urbanisasi ke Jakarta akan berukurang," ujarnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memprediksi jumlah pendatang baru di Jakarta pada 2018 akan menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Edison Sianturi menyebut jumlah pendatang baru yang diprediksi itu naik dua persen dari tahun kemarin atau sekitar 72.167 orang pendatang baru. "Kenaikan 2%. Tahun 2017 sekitar 70 ribuan," kata Edison saat dihubungi, Selasa (19/6).

Jumlah pendatang baru pada 2017 mencapai 70.752 orang. Jumlah itu mengalami kenaikan dari 2016 yang mencapai 68.763 orang. Pada 2015, jumlah pendatang baru sempat menembus angka 70.504 orang. Lalu pada pada 2014, jumlah pendatang baru tercatat 68.537 orang. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya