Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Kepolisian Jangan Terlena Hasil Riset Gallup

Dhika Kusuma Winata
19/6/2018 16:50
Kepolisian Jangan Terlena Hasil Riset Gallup
(news.gallup.com)

PENGAMAT kriminalitas dan psikolog forensik Reza Indragiri Amriel menyatakan kewaspadaan dan penciptaan rasa aman di masyarakat perlu terus dijaga dan ditingkatkan. Kepolisian diminta jangan terlena atas hasil riset internasional Gallup's Law and Order yang menempatkan Indonesia berada dalam deretan 10 besar negara teraman di dunia.

"Yang perlu diwaspadai adalah jangan sampai terjadi apa yang disebut sebagai dilema rasa aman. Melihat situasi aman dan polisi tampak siaga, masyarakat akan mengendurkan kewaspadaan. Polisi pun bisa saja terdorong untuk menurunkan kesiagaan," ujar Reza.

Menurut dia, saat masyarakat menafsirkan situasi dalam keadaan genting, kewaspadaan terdorong ditiingkatkan. Begitu pula kepolisian pun akan menggenjot kesiagaan. Kesempatan untuk aksi kejahatan pun semakin rendah.

Namun, ketika situasi dinilai sudah aman, lanjutnya, justru bisa muncul dilema. Masyarakat dan kepolisian berpotensi terlena mengendurkan kewaspadaan.

"Jika itu terjadi situasi bisa berbalik. Risiko aksi kejahatan bisa kian tinggi saat masyarakat dan kepolisian kendur. Jelas kita butuh keajegan dalam kemitraan antara polisi dan masyarakat," imbuhnya.

Berdasarkan jajak pendapat tahunan Gallup 2018 Global Law and Order Report, Indonesia berada di peringkat ke-9 dalam 10 negara teraman di dunia berdasarkan tingkat ketertiban dan hukum. Adapun posisi pertama ditempati Singapura.

Survei itu menanyai responden dari 142 negara tentang kepercayaan mereka kepada polisi setempat, tingkat rasa aman saat keluar di malam hari, kasus pencurian, dan mereka atau anggota keluarga menjadi korban kejahatan dalam 12 bulan terakhir. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya