Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Pembatas Simpang Mampang Prapatan Dibongkar Paksa Warga, Pemprov Akhirnya Setop Rekayasa

Nicky Aulia Widadio
20/5/2018 12:06
Pembatas Simpang Mampang Prapatan Dibongkar Paksa Warga, Pemprov Akhirnya Setop Rekayasa
(ANTARA/Galih Pradipta)

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menuturkan pemasangan beton pembatas atau movement concrete barrier (MCB) di tiga persimpangan di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan masih kurang disosialisasikan sehingga akhirnya dibongkar paksa warga. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun menghentikan rekayasa lalu lintas tersebut.

Ketiga perempatan itu yakni, simpang Jalan Mampang Prapatan Raya-Jalan Mampang Prapatan 7-Jalan Mampang Prapatan 8, Jalan Mampang Prapatan Raya-Jalan Duren Tiga Raya-Jalan Kemang Utara 9, dan Jalan Mampang Prapatan Raya-Jalan Duren Bangka-Jalan Duren Tiga Selatan.

Pada Sabtu (19/5) beton pembatas di ketiga titik itu dibongkar paksa oleh warga. Warga merasa keberatan karena harus memutar lebih jauh. Atas kejadian tersebut, Sandiaga menuturkan uji coba ini pun dihentikan.

"Karena kemarin kejadian langsung kita lakukan penghentian uji coba dan ini kembali lagi seperti sedia kala," ujar Sandiaga di di Jakarta Utara, Minggu (20/5).

Dia menduga model rekayasa lalu lintas itu tidak tersosialisasikan dengan baik kepada masyarakat.

"Kita kemarin sudah lihat bagaimana satu niat baik untuk meningkatkan kinerja dan keamanan berlalu lintas tapi belum tersosialisasi dengan baik," kata Sandiaga.

Kehadiran jalur lintas bawah (underpass) Mampang amat membantu kelancaran lalu lintas di area tersebut. Namun, banyaknya persimpangan di sepanjang Jalan Mampang Prapatan membuat pengaruh kelancaran lalu lintas dari underpass Mampang tidak optimal.

Alasan itu lah yang membuat Dinas Perhubungan DKI pada awalnya memasang beton pembatas di tiga perempatan lampu merah.

Pascarekayasa lalin dengan beton pembatas dihentikan, Pemprov DKI pun akan mencoba mencari model lain guna mengoptimalkan arus lalu lintas di area Mampang-Kuningan.

"Kita terus memodel ini melalui teknologi digital dan juga sosialisasi kepada masyarakat bagaimana meningkatkan Jalan Mampang tersebut sehingga dengan underpass yang ada, Mampang-Kuningan ini, kita justru akan lebih memperlancar 20-30 persen traffic yang kita harapkan dengan hadirnya underpass itu," papar Sandiaga. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya