Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN warga di Kelurahan Babakan Kecanatan Tangerang Kota, Kota Tangerang Banten, kemarin sore beramai-ramai datang ke bantaran Sungai Cisadane, untuk keramas bersama. Baik anak-anak hingga orang tua melaksanakan kegiatan tersebut dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadan.
"ini adalah tradisi kami turun temurun di setiap menjelang bulan Romadhan," kata Siroh, 55, warga Kampung Babakan, Kelurahan Babakan, Kacamatan Tangerang Kota, yang datang ke acara tersebut dengan cucunya yang berusia sekitar 10 tahun.
Siroh mengaku tidak merasa khawatir mengajak cucunya mandi dan keramas bersama di bantaran Sungai Cisadane.
"Saya tidak kuatir, selain kegiatan ini dilakukan rame-rame, kami saling bergantian menggosok badan untuk membersihkan diri," kata Siroh sembari menjelaskan bahwa ritual itu sudah dilakukan o;eh bwarga setempat sejak ratusan tahun lalu.
Kegiatan yang dilakukan bersama-sama itu menurutnya merupakan ritual yang bertujuan mendapatkah keberkahan dalam menjalani puasa. Tujuannya guna membersihkan badan, hati agar senantiasa menjalni ibadah puasa dengan senang.
Begitu pula menurut Maulana Ishaq, 58, tokoh masyarakat Kota Tangerang. Tradisi keramas bersama di bantaran Sungai Cisadane, tepatnya Jalan Kali Pasir, Kota Tangerang menurutnya ialah ritual yang dilakukan turun temurun untuk membersihkan diri, membersihkan hati sehingga di saat berpuasa nanti mereka dapat menjalaninya dengan hikmad.
"Keramas bersama ini merupakan puncak dari kegiatan menyambut bulan Ramadan. Satu hari sebelumnya, warga sudah mengadakan pengajian di musholah-musholah di lingkungan dan kirap obor," kata dia.
Sementara itu Lurah Babakan, Abu Sofian mengatakan, keramas beraama yang dilakukan oleh warga setempat menggunakan merang atau benih padi dari hasil panen yang dibakar. Abunya dibiarkan semalam untuk dijadikan bahan alami perawatan rambut. Karena pada masa kini sudah ada sampo yang wangi, menurutnya, setelah menggunakan merang, warga langsung mengulasnya dengan shampo.
"Sebebarnya inti dari kegiatan ini adalah pesan moral yang ingin disampaikan oleh warga, bahwa dalam waktu dekat adalah bulan Romadhan yang harus dilakukan secara bersama-sama oleh umat muslim," kata dia.
Arief R Wismansyah, tokoh masyarakat Kota Tangerang yang juga Walikota Tangerang non aktif, juga menuturkan bahwa keramas bersama di bantaran Sungai Cisadane menjelang bulan Ramadan adalah warisan dari leluhur yang patut dilestarikan. Kebersamaan itu, kata dia, bisa meningkatkan semangat ukhuwah dan meningkatkan kekhusyukan dalam menjalankan ibadah puasa.
"Saya juga menyampaikan banyak terima kasih kepada para tokoh masyarakat yang telah menjaga dan melestarikan dengan mengenalkan budaya ini secara terus-menerus kepada anak-anaknya," kata Arief.
Ritual tradisi tetsebut, kata dia, bisa menjadi salah satu destinasi wisata budaya di Kota Tangerang. Aliran Sungai Cisadane yang muaranya berada di Bogor, Jawa Barat dan hulunya di Kabupaten Tangerang. Aaka keramas bersama adanya hanya di Kota Tangerang.
"Ini harus Ditingkatkan. Apalagi nantinya kota Tangerang berencana ada water way yang akan melintasi Sungai tersebut," kata Arief. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved