Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
HINGGA pukul 02.15 WIB, Rabu (9/5), Korps Bhayangkara melalui jajaran Brigade Mobile dan Densus 88 Anti-teror belum bisa membebaskan anggota Polri yang sempat disandera oleh narapidana dan tahanan kasus terorisme di Rutan Markas Korps Brimob Kelapa Dua, Depok.
Informasi yang diterima Media Indonesia di lokasi perkara menyebutkan setidaknya ada 4 personel yang kini berada di dalam sel tahanan. Nahas menimpa mereka itu bermula dari insiden penyerangan pada Selasa (8/5) sore.
Berdasarkan pantauan, terlihat sejumlah kendaraan taktis milik Brimob yang terparkir tepat di depan Rutan Mako Brimob. Lampu penerangan yang ada di lokasi juga dipadamkan, sehingga tidak terlihat aktivitas apa pun dari kepolisian.
Hanya beberapa kali terdengar percakapan melalui pengeras suara milik kepolisian. Komunikasi yang dilakukan pihak kepolisian sekedar untuk memastikan kondisi personel yang disandera.
Aksi penyerangan yang dilakukan oleh 9 tahanan terjadi di ruang penyidik Densus 88. Insiden tersebut berlangsung singkat dan sempat terjadi baku tembak dari kedua pihak, setelah sebelumnya para tahanan berhasil merampas 2 senjata api laras panjang dan satu pucuk pistol.
Dalam insiden itu dikabarkan dua personel (polwan dan polki) terluka dan kini masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Brimob Depok. Sementara dari pihak pelaku juga terdapat dua korban luka tembak. (A-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved