Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
MANGKIRNYA Ketua Panitia Penyelenggara acara Forum Untukmu Indonesia (FUI) David Revano Santosa alias Dave dari undangan KPAI untuk mengklarifikasi insiden di Monas pada pekan lalu, karena alasan sakit.
"Kegiatan itu menguras waktu dan tenaga," ujar Pengacara Dave yakni Henry Indraguna, ketika menjelaskan tentang penyebab sakit kliennya, Jumat (4/5).
Namun, pihak Dave tidak melampirkan surat keterangan tersebut ke KPAI. Demikian menurut Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto. "Tidak ada (surat sakit)," ujarnya.
Meski begitu, KPAI menilai pihak panitia FUI telah merespon dengan baik undangan dari KPAI untuk meminta klarifikasi dan pendalaman fakta-fakta terjadinya insiden saat pembagian sembako di Monas yang menewaskan dua orang anak tersebut.
"Kami akan fokus pada aspek perlindungan anak sebagai korban. Proses hukum telah dilakukan di kepolisian," ucap Susanto.
Sementara itu, Henry menyampaikan pihak Dave akan bertanggung jawab dan menghubungi kuasa hukum dari keluarga korban. Sehingga, masalah tersebut dapat selesai.
Henry mengatakan setelah kejadian, panitia telah datang kepada keluarga korban dan memberikan santunan. "Kami menitipkan santunan kalau ada kebutuhan lain kami minta dihubungi," ucap Henry.
Sedangkan untuk proses hukum, ujar Henry, panitia penyelenggara menyerahkan sepenuhnya pada kepolisian. Dia pun menuturkan tidak mau saling menyalahkan atas kejadian yang terjadi. "Kami serahkan kepada kepolisian untuk menyediliki fakta yang terjadi."
Hingga kini menurutnya, fakta penyebab meninggalnya dua korban anak yaitu M, 10 dan R,11 masih simpang siur. Panitia, kata Henry, masih melakukan pendalaman untuk mengetahui hal itu.
"Kami belum tau ibu korban membawa anak pada pukul berapa dan dimana. Kami masih mengecek video dari drone dan foto-foto," pungkas Henry.
Kegiatan pembagian sembako di Monas pada akhir pekan lalu yang diselenggarakan oleh Forum Untukmu Indonesia (FUI), menewaskan dua orang anak yaitu R, 10, dan M, 11.
Mereka diduga meninggal diduga karena terinjak-injak saat ikut dalam antrean pembagian sembako. Keduanya berasal dari Pademangan Barat, Jakarta Utara. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved