Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Besok, Underpass Matraman-Salemba Diuji Coba

Haufan Hasyim Salengke
09/4/2018 17:15
Besok, Underpass Matraman-Salemba Diuji Coba
(ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

SETELAH beberapa kali ditunda, uji coba underpass Matraman-Salemba yang berlokasi di Jalan Matraman Raya, Jalan Matraman Dalam, dan Jalan Pramuka Raya, Jakarta Pusat, akan dilakukan Selasa (10/4) besok.

Pembangunan lintas bawah ini bertujuan untuk menghilangkan persimpangan sebidang sehingga diharapkan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas pada Simpang Matraman.

"Berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama dengan Dinas Perhubungan dan kepolisian setempat, maka uji coba open traffic Lintas Bawah direncanakan pada 10 April 2018," ujar Kepala Bidang Simpang dan Jalan Tidak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, dalam sebuah keterangan tertulis resmi, Senin (9/4).

Pekerjaan pembangunan lintas bawah ini seharusnya dapat diselesaikan pada 31 Maret 2018, namun kemudian dijadwalkan lagi untuk selesai sebelum 10 April 2018.

Musababnya karena masih diperlukan pekerjaan penyempurnaan dinding penutup lintas bawah pada area ruang pompa. Disamping itu, untuk pengoperasian Lintas Bawah Matraman-Salemba perlu dilaksanakan juga penataan traffic di kawasan sekitar Lintas Bawah. Itu termasuk di dalamnya penataan Simpang Matraman, Simpang Jalan Tambak, Simpang Jalan Penataran, dan Simpang Megaria.

Heru mengatakan Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan pihak kepolisian setempat untuk penataan traffic management pada area tersebut.

Pembangunan Underpass Matraman-Salemba menggunakan anggaran dari APBD Provinsi DKI Jakarta, yang mana PT Jaya Konstruksi – Jakarta Rencana Selaras, KSO sebagai kontraktor pelaksana, dan PT Perentjana Djaja sebagai Konsultan MK.

Panjang keseluruhan lintas bawah itu yakni 670,1 meter dan lebar 7 meter. Lintas bawah ini mempunyai konstruksi yang khusus karena bercabang dua yaitu dari arah Jalan Matraman.

Dalam bercabang ke arah Jalan Pramuka Raya dan ke Jalan Matraman Raya. Struktur dinding penahan tanah dibuat dengan menggunakan struktur pondasi secant pile. Sistem drainase Lintas Bawah Matraman-Salemba menggunakan 5 unit pompa yaitu 3 pompa utama dan 2 pompa penguras.

Diharapakan dengan hilangnya persimpangan sebidang mampu mengurangi kemacetan lalu lintas pada Simpang Matraman.

Kemacetan itu biasa terjadi di lalu lintas dari Barat (Manggarai/Jl Tambak) menuju Jatinegara, lalu lintas dari Barat (Manggarai/Jl Tambak) menuju Jl Pramuka Raya. Underpass ini juga dibangun dengan tujuan untuk mendukung pergerakan armada Transjakarta sebagai moda transportasi umum. (A-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Agus Triwibowo
Berita Lainnya