Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPUTUSAN Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memberikan diskresi ke pedagang kaki lima (PKL) di Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan Melawai, Jakarta Selatan, berjualan di trotoar menuai kecemburuan pedagang di Kota Tua, Jakarta Barat.
Keputusan Sandiaga itu dinilai oleh PKL yang berdagang di Lokasi binaan (Lokbin) Taman Kota Intan di Jalan Cengkeh, Taman Sari, Jakarta Barat, sangat pilih kasih. Mereka pun menuntut dibolehkannya kembali berdagang di trotoar.
"Kenapa diskresi berjualan di trotoar hanya diberikan pada PKL Melawai dan Tanah Abang? Kami yang janjinya mau ditata malah dibuang begitu saja. Di sini sepi, enggak ada yang beli," kata Cindy, 41, salah satu pedagang di Lokbin Taman Kota Intan saat kemarin.
Sandiaga pada Desember 2017 lalu pernah meninjau PKL di Taman Kota Intan dan berjanji akan menata kembali agar PKL di sana ramai pembeli.
"Kemarin PKL Tanah Abang disuruh berjualan di jalan, sekarang ada lagi di Melawai. Kami juga menuntut hak yang sama, kami mau kembali ke trotoar," ucapnya.
Sebelum direlokasi ke Lokbin Taman Kota Intan Oktober 2017 lalu, PKL itu merupakan pedagang yang biasa memenuhi sepanjang Jalan Kunir dan Lorong Virgin Kota Tua.
Sejak dipindah ke lokbin, mereka mengaku omzet yang didapat menurun drastis.
Cindy bahkan mengaku sudah merugi Rp20 juta sejak dipindah sampai sekarang.
"Sehari cuma dapat Rp10 ribu sampai Rp30 ribu. Modal saja sudah Rp200 ribu per tiga hari belanja. Belum biaya sewa Rp120 ribu per bulan," kata pedagang minuman dan mi instan itu.
Yanti, pedagang nasi Lengko di Lokbin Taman Kota Intan, juga iri atas perlakuan terhadap PKL di Melawai dan Tanah Abang.
Rasa irinya kian memuncak saat di depan matanya ada pembiaran dari petugas Satpol PP yang membolehkan PKL liar berjualan di sepanjang trotoar Jalan Kunir Kota Tua. Pembiaran itu yang membuat pedagang di Taman Kota Intan makin sepi pembeli.
Berdasarkan pemantauan sepanjang hari kemarin, saat ini hanya tersisa 25 pedagang makanan dan aksesori yang bertahan dari sekitar 400 lebih pedagang yang terdaftar di lokbin itu.
PKL pada kabur
Di Setu Babakan, Jakarta Selatan, Sabtu (3/3) lalu, Wakil Gubernur DKI Jakarta kembali menegaskan sikapnya yang mengizinkan PKL kawasan Melawai berdagang di trotoar. Izin itu diberikan hingga Pemprov DKI sanggup menyediakan tempat buat mereka berjualan.
"Jadi, permasalahannya itu ketidakmampuan kita, pemprov, untuk mewajibkan gedung-gedung menghadirkan lokasi untuk pedagang kecil. Bukan salah PKL," tegasnya.
Kepala Suku Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (KUMKMP) Jakarta Barat Nuraini Silviana menilai, kerugian yang dialami oleh pedagang di Lokbin Wisata Kuliner Taman Kota bukan disebabkan oleh keberadaan PKL liar di Kota Tua. Menurutnya, para pedagang merugi lantaran tidak kreatif dalam berjualan.
Terkait dengan keputusan Wagub yang melegalkan PKL Melawai berjualan di trotoar, Nuraini mengatakan pihaknya tidak masalah dengan hal tersebut. Jika itu juga diizinkan Wagub diterapkan di Jakarta Barat, pihaknya akan memberikan trotoar yang tepat. (J-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved