Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBERHASILAN proses identifikasi para korban kebakaran di gudang kembangapi PT Panca Buana Cahaya, Kosambi, Tangerang, akan sangat tergantung pada kelengkapan data antemortem yang diberikan pihak keluarga korban kepada polisi. Hal itu dikarenakan sebagian besar korban meninggal dalam kondisi hangus terbakar.
Hal itu disampaikan Ketua Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri Kombes Pol Pramujoko di RS Polri Said Sukanto,
Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (30/10). Ia mengatakan data antemortem adalah semua data yang berkaitan dengan
korban sebelum korban meninggal dunia.
"Meliputi rekam gigi, semua foto korban sebelum meninggal dunia, atau misalnya sebelum korban meninggal, dia sempat singgah di rumah makan untuk makan," katanya.
Data antemortem sangat diperlukan untuk kemudian dibandingkan dengan data postmortem korban. Pasalnya, dalam kasus peristiwa kebakaran gudang petasan tersebut, para korban tewas terbakar hingga hangus sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan tes DNA.
Sejauh ini, pihaknya telah menerima 50 laporan dari keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga atas kasus tersebut. "Kami menerima ada 50 laporan dari keluarga para korban. Ada (laporan) yangganda. Misalnya, orang tuanya melaporkan, demikian pula istrinya," ujarnya.
Dari seluruh laporan tersebut, seluruh keluarga korban telah menyerahkan data antemortem. Kendati demikian, terdapat data antemortem yang masih kurang yang belum diserahkan oleh keluarga.
"Misalnya mereka sudah menyerahkan foto korban semasa hidup tapi foto yang tidak terlihat giginya. Padahal kami perlu foto korban yang kelihatan giginya," katanya.
Pihaknya memastikan bila seluruh keluarga korban telah menyerahkan data antemortem yang diperlukan, maka proses identifikasi akan berlangsung cepat.
Sementara ini, RS Polri menerima 47 kantong jenazah korban kebakaran gudang kembangapi tersebut yang terdiri dari 44 kantong berisi jenazah dan tiga kantong berisi bagian tubuh. "Jadi, belum bisa dipastikan apakah tiga kantong berisi bagian tubuh itu merupakan bagian dari 44 jenazah atau di luar 44 jenazah," katanya.
Dalam perkembangan terakhir, korban meninggal bertambah satu orang lagi pada Senin (30/10). Hal itu disebabkan luka bakar yang dialami hingga mencapai 80 persen.
Saat ini, penyidik Polda Metro Jaya telah menetapkan tiga tersangka kebakaran gudang petasan tersebut. Ketiga tersangka yakni pemilik gudang PT Panca Buana Cahaya Sukses Indra Liyono, Direktur Operasional Andria Hartanto dan tukang las Suparna Ega.
Penyidik telah menahan Indra dan Andria, sedangkan Suparna belum diketahui keberadaannya lantaran polisi belum bisa memastikan apakah Suparna termasuk korban meninggal dunia atau tidak. (Ant/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved