Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Polisi Akui Kesulitan Identifikasi Jenazah Korban Kebakaran Kosambi

Akmal Fauzi
29/10/2017 19:27
Polisi Akui Kesulitan Identifikasi Jenazah Korban Kebakaran Kosambi
(ANTARA)

POLISI telah mengidentifikasi sembilan jenazah korban kebakaran pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang, Banten. Akan tetapi, polisi mengaku kesulitan untuk mengidentifikasi 38 jenazah lainnya yang saat ini masih di Rumah Sakit (RS) Polri Said Sukamto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Kondisi jenazahnya yang terbakar cukup parah membuat sulit proses identifikasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, di Jakarta, Minggu (29/10).

Argo menjelaskan, identifikasi melalui data ante mortem seperti mengidentifikasi fisik, perhiasan, dan pakaian yang dipakai sebelumnya, serta foto dokumentasi sulit dilakukan. Namun, pihak tim Disaster Victim Identification (DVI) mencocokkan data DNA keluarga dan korban.

"Sekarang yang bisa kami lakukan dengan mencocokkan DNA jenazah dengan keluarganya. Itu membutuhkan waktu dua minggu. Seluruh DNA keluarga korban sudah kami ambil sampelnya," jelas Argo.

Pada Minggu (29/10), polisi kembali mengidentifikasi lima jenazah atas nama Asep Angga Gunawan warga Subang Jawa Barat, Aminah Binti Ambeng warga Tangerang Banten, Maryati Binti Da'i warga Tangerang, Banten, Nilawati warga Tangerang, Banten, dan Unia warga Tangerang, Banten.

Sebelumnya, polisi mengidentifikasi empat jenazah lainnya. Saat ini, masih tersisa 38 jenazah yang belum teridentifikasi.

Di lain sisi, polisi belum menemukan keberadaan Subarna Ega, tukang las yang ditetapkan sebagai tersangka insiden menewaskan 48 orang pada Kamis (26/10) siang lalu. Meskipun ada dugaan Subarna menjadi salahsatu korban tewas yang belum teridentifikasi.

"Kami belum mengetahui keberadaan yang bersangkutan, ada dugaan kalau dia juga menjadi korban," ujar Argo.

Pada Kamis (26/10) malam diketahui ada istri Subarna Ega mencari suaminya di RS Polri. Hal itu terlihat dari data pelapor yang berada di posko ante mortem. Dalam keterangan tersebut, si istri menuliskan sedang dalam kondisi hamil dan datang dua hari yang lalu.

"Iya pernah datang Kamis lalu. Cuma sekarang belum kembali lagi," kata salah satu petugas di posko ante mortem RS Polri. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya