Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kemenaker Diminta Selidiki Kebakaran Pabrik Kembangapi di Kosambi

Indriyani Astuti
27/10/2017 10:31
Kemenaker Diminta Selidiki Kebakaran Pabrik Kembangapi di Kosambi
(Petugas dari Kepolisian Daerah Metro Jaya berjaga di lokasi pabrik kembang api yang terbakar di Kosambi, Tangerang, Banten, Kamis (26/10)---AFP/DEMY SANJAYA)

KEMENTERIAN Ketenagakerjaan diminta untuk segera melakukan penyelidikan terkait kecelakaan kebakaran pabrik kembang api di Kosambi, Tanggerang. Pasalnya, kecelakaan tersebut merupakan kecelakaan kerja yang jumlah korbannya cukup tinggi di tahun ini.

"Karena itu, mesti diusut secara tuntas agar diketahui siapa saja yang bertanggung jawab di balik kecelakaan tersebut," ujar anggota DPR RI Komisi IX Saleh Daulay Partanon di Jakarta, Jumat (27/10).

Kelihatannya, ujar Saleh, aspek kesehatan dan keselamatan kerja tidak benar-benar diperhatikan dan diterapkan. Dia menilai pegawai pengawas ketenagakerjaan tidak bekerja maksimal.

"Buktinya, keselamatan kerja di pabrik petasan ini luput dari pengawasan mereka.”

Selain itu, menurutnya pembangunan pabrik petasan di kawasan padat penduduk tidak selayaknya diberi izin. Secara faktual, kawasan tersebut terdapat fasilitas umum seperti sekolah yang betul-betul harus aman dari potensi kecelakaan seperti ini. Sehingga menurut dia, ada kesan bahwa izin operasional pabrik tersebut dikeluarkan tanpa kajian yang baik.

"Saya meminta agar menaker langsung turun ke lokasi kejadian. Menteri harus melihat secara langsung dan bertemu dengan para korban dan keluarganya. Ini bagian dari tanggung jawab yang perlu ditunaikan.”

Berkenaan dengan itu, hasil investigasi dan penyelidikan nantinya perlu dibuka ke publik secara luas. Jika ada yang terbukti bersalah, harus dikenakan sanksi sebagaimana ketentuan dan aturan yang berlaku. Dengan begitu, kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya