Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Diperkirakan 47 Orang Tewas Akibat Ledakan Pabrik Kembang Api di Kosambi

MICOM
26/10/2017 17:24
Diperkirakan 47 Orang Tewas Akibat Ledakan Pabrik Kembang Api di Kosambi
(Metro TV)

KORBAN akibat ledakan di pabrik petasan dan kembang api di Kosambi, Tangerang secara keseluruhan belum diumumkan secara resmi oleh pihak berwajib. Diperkirakan ada sekitar 47 korban meninggal dunia dan 46 lainnya mengalami luka bakar serius. Para korban dilarikan di beberapa rumah sakit dan pihak petugas terus mengidentifikasi korban.

Seperti yang terpantau di RSUD Kabupaten Tangerang yang menerima tujuh korban luka bakar serius antara 60 sampai 80 persen akibat ledakan di pabrik petasan di Kosambi, Tangerang Banten.

"Untuk korban luka bakar sudah dibawa ke rumah sakit terdekat dan petugas masih mendata korban lainnya termasuk informasi yang mengatakan ada yang meninggal," kata Kapolres Metro Tangerang Kota Kombespol Harry Kurniawan.

Humas RSUD Kabupaten Tangerang, Lilik di Tangerang, Kamis (26/10), mengatakan jika korban yang dibawa mengalami luka serius. Saat ini para korban sedang mendapatkan perawatan intensif dan ada yang akan dioperasi sebab kondisinya yang sangat memprihatinkan dengan sekujur tubuh sebagian besar terbakar.

"Korban yang dibawa ke sini mengalami luka bakar mencapai 90 persen. Kini sedang diberikan perawatan intensif," ujarnya.

Sebelumnya pabrik kembang api di kompleks Pergudangan 99 Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang Banten terbakar sekitar 09.00 WIB dan menimbulkan ledakan beruntun sehingga menyebabkan sejumlah orang terluka.

Informasi yang diperoleh di lapangan, peristiwa itu membuat sejumlah pegawai di pabrik itu luka bakar. Dikethaui pabrik petasan tersebut memiliki karyawan sekitar 103 orang. Dan belum diketahui apakah pada saat terjadi ledakan dan kebakaran itu para karyawan tersebut masuk keseluruhan.

Para saksi mata menceritakan para karyawan berhamburan keluar gudang yang sekaligus sebagai pabrik pembuatan mercon dan kembang api itu. Yang mengenaskan mereka hanya bisa lewat melalui satu pintu dan berdesak-desakan. Bahkan seorang saksi mata mengatakan sebelumnya pintu utama (satu-satunya tersebut) sempat terkunci.

Kebakaran yang sempat membesar tersebut dan diiringi ledakan mercon membuat panik warga yang ditinggal di sekitar lokasi pabrik. Keberadaan PT Panca Buana Cahaya Sukses itu juga dinilai tidak jelas karena lokasinya di dekat perumahan warga dan sekolah.

Rukyat seorang saksi menuturkan jika kejadian itu terjadi begitu cepat. Bahkan dirinya sempat mendengar beberapa kali suara ledakan yang diduga dari kembang api atau mercon. "Ada ledakan keras dari dalam pabrik dan sempat membuat warga panik. Kemudian keluar asap hitam dari dalamnya," katanya.

Hingga kini kepolisian masih mencari tahu penyebab kebakaran dan petugas pemadam pun melakukan proses pendinginan.(Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya