Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
“ZAMAN sekarang, sebetulnya kalau enggak vaksin itu artinya enggak gaul,” ungkap Direktur United Nation Children Fund’s (Unicef) untuk Pulau Jawa, Arie Rukmantara.
Anekdot tersebut ia ungkapkan bukan tanpa alasan. Saat ini salah satu persyaratan masuk sekolah di luar negeri ialah calon pelajar harus sudah diimunisasi, termasuk vaksin measles rubella (MR).
Penyakit campak-rubella saat ini merupakan penyakit yang sangat menular. Penyakit itu disebabkan virus dan ditularkan melalui batuk dan bersin.
Penyakit tersebut menjadi sangat berbahaya jika disertai dengan komplikasi pneumonia, diare, menginitis dan bisa berujung pada kematian.
Setiap tahun, melalui kegiatan surveilans dilaporkan lebih dari 11.000 kasus suspek campak. Hasil konfirmasi laboratoriun menunjukkan, sekitar 12%-39% di antaranya positif campak, sedangkan 16%-43% lainnya adalah rubella.
Sementara itu, sejak 2010 sampai 2015, diperkirakan terdapat 23.164 kasus campak dan 30.463 kasus rubella.
“Namun, kasus yang tidak terlaporkan ternyata masih banyak. Saya yakin jumlahnya lebih dari ini,” kata Arie.
Ia menjelaskan, di Indonesia rubella merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan efektif sebab kasus ini menyerang 70% pada usia kelompok di bawah 15 tahun.
“Memang yang paling bahaya menyerang ibu hamil di awal kehamilan. Bisa menyebabkan keguguran, kematian janin, atau syndrom rubella kongenital (CRS) pada bayi yang dilahirkan,” kata Arie.
Sindrom tersebut umumnya berupa penyakit jantung bawaan, katarak mata, bintik-bintink kemerahan, kepala kecil bahkan tuli.
Karena itu, Unicef saat ini terus mengawal tercapainya target nasional 95% di enam provinsi di Pulau Jawa. Untuk Provinsi di luar Pulau Jawa baru akan dimulai pada 2018 mendatang.
Periode imunisasi MR gratis dari pemerintah saat ini merupakan hak tiap anak, meski izin dari orangtua tetap dibutuhkan.
“Ini mumpung gratis. Kalau sudah lewat tanggalnya, orangtua akan bayar dengan harga yang cukup mahal di rumah sakit pilihan mereka. Vaksin gratis diperpanjang sampai 15 Oktober mendatang, sayang kalau dilewatkan,” kata dia.
Kasubdit Imunisasi Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) I Made Yosi Prabudi menyatakan, saat ini Indonesia merupakan satu dari enam negara prioritas dengan jumlah anak yang belum diimunisasi terbesar di dunia. Bahkan Indonesia masuk ke 10 negara dengan kasus campak terbesar di dunia.
“Maka dari itu pemerintah telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubela pada 2020,” jelas Yosi. (Gan/J-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved