Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBANGUNAN ruang kelas 6 sekolah negeri di Kota Depok terhenti sejak setahun silam mengakibatkan terganggunya kegiatan belajar mengajar. Bahkan, jadwal pulang sekolah seharusnya siang menjadi lebih sore.
Enam sekolah negeri yang terhenti akibat diinggal kontraktor di Kota Depok, sekolah dasar negeri (SDN) Kalibaru 2, SDN Cilangkap 3, SDN Bhakti Jaya 1, SDN Kali Mulya 4, SDN Serua 1 Bojongsari, dan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 13.
Sobari, salah satu orang tua siswa mengatakan, sejak tahun ajaran (TA) 2016 sampai saat ini anaknya yang bersekolah di SDN Sarua 1 Bojongsari, Kota Depok jadwal belajarnya tidak tentu. Kadang siang kadang pula sore.“ Biasanya pulang pukul 13.00, Bersamaan dengan dimulainya pembangunan ruang kelas SDN 2016 sampai sekarang, pulangnya siswa diundur menjadi pukul 13.30 WIB. Bahkan pulang lebih sore, “ keluhnya, Jumat (6/10).
Tidak tentunya jadwal belajarnya siswa berpengaruh besar terhadap kondisi psikologis siswa dan hasil evaluasi belajar (raport). Anak jadi bodoh karena malas belajar dan malas memperhatikan guru saat guru menerangkan “ Ini sangat membahayakan. Ini dapat menjadi beban psikologis bagi siswa dan orangtua siswa,” jelasnya.
SDN Serua 1 Bojongsari, sambung dia, harusnya sudah ditempati siswa dan guru. Namun sampai saat ini kondisinya compang camping karena kontraktor tidak dapat merampungkan pengerjaan sesuai dengan waktu yang telah dijanjikan.” Pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait harusnya ‘mem-blacklist’ kontraktor yang meninggalkan perkerjakan proyek sekolah itu, “ kesalnya.
Amborsius, orang tua siswa SMAN 13 Kota Depok mengungkapkan hal serupa. Pembangunan tiga lantai gedung SMAN 13 di Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, mangkrak sejak 2015.
“ Anak kami terpaksa belajar dibangunan setengah jadi. Sekolah itu hanya dibangun setengah jadi oleh kontraktor pembangunannya. Meski kondisinya tidak sempurna, gedung sekolah tetap dipakai aktivitas belajar mengajar oleh guru dan siswanya, “ katanya. .
Kepala SMAN 13 Kota Depok, Mamad menjelaskan, pembangunan yang tak tuntas itu karena masalah anggaran. Kontraktor yang dipercayakan pemerintah kota meninggalkan proyeknya begitu saja.
“Terpaksa pihak sekolah harus menggunakan gedung yang masih baru separuh jadi ini, padahal tak layak digunakan sebagai tempat pembelajaran. Daripada kami harus mengajar menggunakan tenda, maka layak tidak layak, ya dipakai saja,” jelasnya.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kota Depok Sariyo Sabani menuturkan kelima SDN yang terhenti itu pembangunannya akan dilanjutkan Proses lanjutan pembangunannya merujuk pada keputusan Walikota Depok No 903/164/kpts/pemb/Huk/2017.
"Kami harap bisa tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. Hasil pembangunnnya juga baik sehingga dapat digunakan pada tahun 2018. Kalau bangunannya sudah jadi, anak-anak belajarnya nyaman, tenang," paparnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved