Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berharap pinjaman yang sudah disiapkan sejumlah bank untuk pembiayaan proyek light rail transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) dapat cair pada November 2017. Target tersebut dipatok agar pengerjaan LRT tak meleset dari waktu yang ditetapkan.
“Kita mau financial close ini segera mungkin dan mau pencairan dana target November ini,” tegas Luhut seusai rapat koordinasi yang membahas LRT di kantornya, kemarin.
Sejumlah bank disebutnya telah menyatakan komitmen mereka untuk membiayai LRT, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, dan CIMB Niaga. Lima bank itu akan menggelontorkan pinjaman hingga Rp19 triliun, atau 70% dari total biaya proyek sebesar Rp27 triliun.
Luhut mengatakan pihaknya masih membuka peluang bagi pihak lain yang ingin berinvestasi di proyek tersebut. Dengan tingkat pengembalian internal (internal rate of return/IRR) yang disebutnya sangat menarik, ia berharap makin banyak perusahaan baik swasta lokal maupun asing ikut berinvestasi di LRT.
“Ini kan belum final (financial close-nya). Kalau sudah final, kita harap swasta melihat strukturnya bagus lalu mereka masuk. Sekarang kira lihat indikasinya CIMB Niaga sudah masuk, tentu dia sebagai swasta sudah lihat angkanya (IRR) baik,” imbuh Luhut.
Menariknya tingkat pengembalian internal bagi swasta itu, sambung dia, karena pengelolaan LRT akan menggunakan teknologi teknologi moving block untuk persinyalan LRT.
Sistem moving block merupakan sistem persinyalan yang menghitung kedatangan antarkereta di stasiun berdasarkan perhitungan waktu, bukan jarak.
Kepastian waktu kedatangan dan kapasitas LRT yang bisa mengangkut banyak penumpang diyakini Luhut akan menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk menggunakan alat transportasi massal tersebut.
“Dengan sistem yang dikembangkan pemerintah dari fixed block ke moving block, jumlah penumpang dari 260 ribu orang bakal meningkat menjadi 465 ribu orang per hari. Akibatnya, ada penghematan dilakukan dan IRR menjadi double digit,” ucapnya. (Jes/J-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved