Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Sepi Pembeli, Ribuan Pedagang Pasar Rakyat Cisalak Tolak Bayar Sewa Kios

Kisar Rajaguguk
24/9/2017 16:58
Sepi Pembeli, Ribuan Pedagang Pasar Rakyat Cisalak Tolak Bayar Sewa Kios
(Ist)

RIBUAN pedagang yang menempati pasar rakyat cisalak (PRC) di Jalan Raya Bogor, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok menolak membayar sewa kios dan tagihan listrik. Pasalnya lokasi yang disediakan oleh pemerintah itu sepi pembeli karena hadirnya ratusan pedagang kaki lima yang berjualan barang sejenis.

“ Sejak dua bulan menempati PRC Cisalak penghasilan pedagang justru semakin menurun. Kita kira dulu penghasilan lebih meningkat di lokasi yang disediakan oleh pemerintah itu, “ keluh Zainuddin salah seorang pedagang sayuran, kemarin.

Ia mengatakan, ketika berjualan di pasar penampungan di Jalan Radar Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) Kelurahan Mekarsari, Cimanggis, sayur nya masih terjual laku. Ia juga masih bisa membawa uang ke rumahnya. “ Sekarang rugi terus. Sayur banyak busuk karena sepi dari pembeli, “ bebernya.

Penyebab pasar sepi kata dia, karena hadirnya ratusan pedagang kaki lima (PKL). Ratusan PKL itu menjual barang yang sama jenisnya dengan di pasar PRC. “ Kami dari (pedagang) sudah meminta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok Kania Parwanti untuk menertibkan para PKL yang menempati badan pasar PRC. Tapi tak digusur, “ katanya.

Karena tidak ditanggapi, sambungnya, ribuan pedagang yang menempati pasar PRC memboikot pembayaran tagihan kios dan listrik. “ Kita siap 100 persen kios/los disegel pengelola pasar karena menolak membayar tagihan, “ tuturnya.

Pemilik kios lainnya, Sutomo, mengatakan tidak akan mau membayar sewa kios kepada pemerintah kota setempat kecuali tuntutan para pedagang direspon Sebelum menempati pasar PRC itu Agustus lalu, sambungnya, Pemkot Depok telah menyanggupi tuntutan 1.260 pedagang untuk menertibkan para PKL yang berjualan di badan Pasar PRC. “ Nyatanya nihil sampai sekarang, “ ucapnya.

Sutomo mengatakan 1.260 pedagang yang menempati kios dan los dilantai basemen sampai lantai empat sudah bersepakat meninggalkan pasar tersebut. Mereka selanjutnya akan berjualan di kaki lima seperti di badan jalan Raya Bogor. “ Kami sudah bersepakat meninggalkan Pasar PRC dan berjualan di kaki lima. Selain bebas kutipan retribusi barang yang dijual mereka terjual laku karena banyak kebijakan pihak pengelola yang merugikan kami sebagai pedagang, “ cetusnya

Menanggapi pedagang, Kepala Unit Pengelolaan Pasar Rakyat Cisalak (PRC) Nelson De Siva pihaknya sudah meminta Satuan Polisi Paqmong Praja (Pol PP) Kota Depok menertibkan PKL yang memenuhi badan jalan dan trotoar Pasar PRC. Namun Satpol PP sampai saat ini belum melakukan penertiban.

“ Solusi lainnya, kami sudah berupaya menggiring para PKL ke dalam Pasar PRC. Karena masih tersedia banyak kois dan los diluar 1.260 kios dan los yang disediakan Pemkot Depok . Namun para PKL lebih memilih berjualan di badan jalan dan trotoar, “ katanya.

Menyoasl aksi ribuan pedagang yang akan meninggalkan kios dan los dan memboikot pembayaran listrik karena alasan sepi pembeli, Nelson mengatakan hal itu sebagai ungkapan rasa ketidak puasan saja. “ Kalau Satpol PP Kota Depok menertibkan ratusan PKL mereka tak bicara begitu, “ pungkasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok Kania Purwanti saat meninjau kondisi pasar PRC Cisalak, kemarin mengatakan pihaknya akan meminta Satpol PP Kota Depok untuk menertibkan para PKL yang berjualan di badan jalan dan trotoar. “ Keberadaan mereka (PKL) itu tidak hanya mengganggu pedagang kios dan los melainkan melanggar ketertiban umum, “ pungkasnya.

Anggota Komisi B DPRD Kota Depok Bernhard Simorangkir mengatakan Kemkot Depok harus tegas. Para PKL yang menempati badan jalan trotoar harus segera ditertibkan. Menurut dia, para PKL Pasar PRC sudah disediakan tempat relokasi di Pasar PRC yang berkapasitas 500 pedagang sehingga harus menempati lokasi yang sudah difasilitasi oleh pemerintah.

“Sejak dua bulan menempati pasar PRC Cisalak lebih dari 200 pedagang yang pindah. “ Para Pedagang itu pindah karena tidak laku. Mereka memilih berjualan di rumah menunggu Pemkot Depok menertibkan PKL yang menjamur di bahu jalan depan dan trotoar Pasar PRC,” pungkasnya.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya