Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
PIMPINAN CV Khalisa Enterprise (KE) perusahaan jasa berbasis pernikahan, Galih Darma Dewa, 31, ditahan kepolisian atas laporan 30 calon pasangan dan keluarganya yang merasa ditipu. Dari hasil penipuannya Dewa telah meraup keuntungan sebesar Rp500 juta.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Depok Komisaris Putu Kholis Aryana mengatakan, Direktur CV Khalisa Enterprise yang bergerak di bidang wedding organizer ditahan atas tuduhan penipuan terhadap puluhan calon pasangan pengantin. “ Galih di tahan sampai proses penuntuitan di Polres Depok, “ ungkap Aryana.
Dalam modus penipuannya, Dewa menawarkan paket pernikahan dengan tarif murah sebesar Rp77 juta, lebih murah dari perusahaan penyelenggara jasa pesta pernikahan yang ada lainnya di Kota Depok. .
Selain paket murah, Dewa mengklaim perusahaan miliknya lebih hebat. Dewa mengaku memiliki fasilitas perlengkapan pernikahan dengan kualitas terbaik. “ Hal itulah yang membuat banyak pasangan yang merencanakan pernikahan makin termotivasi lalu kemudian menyerahkan uang Rp77 juta per calon pengantin, “ kata Aryana.
Di setiap event konsultasi, Dewa selalu memesankan para calon pasangan pengantin membawa orang tua, keluarga serta kerabatnya, untuk didengarkan secara langsung dan bersama-sama persiapan hari bahagia mereka. “Namun apa yang dilakukan Dewa semata-mata hanya kedok untuk meyakinkan korbannya,“ ujarnya.
Pria satu anak yang beroperasi sejak empat tahun lalu itu mengaku bisnisnya tersebut telah dijalankannya sejak empat tahun lalu. Setiap transaksi dari harga yang ditawarkan ia merugi hingga Rp35 juta. Menurut dia, sudah ada sekitar 30 calon pengantin yang dia tipu. "Sejak awal saya sudah rugi. Saya ambil strategi bisnis ini untuk menarik konsumen," akunya.
Riana, 22, salah satu korban di Polres Depok kemarin mengatakan dirinya dan pasangan tertarik dengan harga promo paket pernikahan yang ditawarkan tersangka. "Saya ambil paket yang Rp 77 juta plus paket honeymoon ke Lombok," katanya.
Dirinya mengatakan awalnya tidak curiga gelagat aneh yang dilakukan tersangka. Awalnya dia memberi uang muka sampai pembayaran lunas. "Tapi H-2 pekan lalu, saya dapat kabar dari pengelola gedung, catering dan rias kalau mereka belum dibayar oleh WO," paparnya.
Dia pun langsung menghubungi pelaku. Namun semua kontaknya tidak tersambung. Dia pun baru sadar sudah ditipu dan segera melapor polisi.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved