Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Produksi Beras Bekasi Tinggal 2%

18/9/2017 09:45
Produksi Beras Bekasi Tinggal 2%
(ANTARA/PARAMAYUDA)

PRODUKSI beras di Kota Bekasi, Jawa Barat, kini hanya bisa memenuhi kebutuhan sebesar 2%.

Hal itu disebabkan lahan pertanian di kota itu yang kini tinggal 475 hektare dari luas kota 210,49 km2.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bekasi Alexander Zulkarnaen mengatakan penduduk Kota Bekasi yang kini berjumlah 2,6 juta jiwa diperkirakan butuh sekitar 400 ton beras per hari. Asumsinya tiap orang butuh sekitar 0,25 kilogram tiap harinya.

"Namun lahan pertanian yang tinggal 475 hektare itu hanya bisa memenuhi sekitar 2% kebutuhan beras di Kota Bekasi. Kita pun mengalami defisit sebesar 98%," ujar Alex.

Ia menjelaskan kebutuhan beras di wilayahnya saat ini sangat bergantung pada pasokan beras dari daerah lain seperti Kabupaten Bekasi, Karawang, Subang, dan Banjarnegara.

Daerah-daerah tersebut masih bisa memproduksi beras dalam jumlah banyak.

Namun, kata Alex, jenis bahan pangan lainnya masih bisa dicukupi, seperti halnya cabai dan sayur-mayur yang kini sudah mulai diproduksi warga dengan cara menanam sendiri melalui sistem hidroponik.

"Dengan urban farming, warga mulai menanam di lahan terbatas yang tidak membutuhkan tanah luas. Pakai pot juga sudah bisa," jelas Alex.

Untuk itu, lanjut Alex, pihaknya pun gencar menyosialisasikan pada warga untuk memproduksi pangan sendiri.

Dengan ini, warga pun akan terselamatkan dari kelangkaan pangan.

"Harga pasaran pun bakal stabil. Seperti di kampung-kampung, orang tidak bingung dengan kebutuhan sayur-mayur," kata Alex.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi Momon Sulaiman mengatakan lahan pertanian di wilayahnya selalu menyusut tiap tahunnya karena beralih fungsi menjadi permukiman.

Ia mencatat setiap tahun penyusutan mencapai 10%.

"Kami tidak bisa menghalangi karena kepemilikan lahan itu milik warga," kata dia.

Untuk mengantisipasi kehilangan lahan persawahan, kata dia, pihaknya sudah membuat nota kesepahaman (MoU).

Dalam MoU itu, pemerintah daerah meminta kepada pengembang untuk dibolehkan memanfaatkan lahan kosong untuk pertanian.

Untuk itu, pihaknya telah menganggarkan alokasi dana sebesar Rp2,3 miliar guna membina petani di Kota Bekasi. (Gan/J-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya