Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Tindak Pidana Siber meningkatkan kualitas keterampilan personel melalui pelatihan Internet Child Sex Exploitation dengan menggandeng Interpol sebagai mitra untuk memberikan materi pelatihan untuk menangani kasus penyebaran konten eksploitasi anak melalui internet.
Salah satu aplikasi yang diberikan oleh Interpol adalah aplikasi ICSE yang merupakan aplikasi fotografi forensik untuk mengidentifikasi para korban pelaku pedofil dengan memanfaatkan metadata dan face recognition.
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Muhammad Fadil Imran, Jumat (15/9) di Jakarta, mengatakan Polri sangat serius dalam menyikapi kasus eksploitasi seksual anak. Hal ini terbukti dari dua penangkapan kasus eksploitasi seksual anak dengan tersangka IS pada tanggal 24 Mei 2017 dan Tersangka MY pada tanggal 26 Juli 2017.
Cecillia Walint, dari Unit Crime Against Children Interpol mengaku terkesan dengan semangat dan antusiasme dari para peserta selama pelatihan. Pada saat pelatihan, peserta telah berhasil mengidentifikasi 8 korban anak melalui aplikasi ICSE yang baru dilatihkan.
“Kami sangat terkesang dengan peserta dari Indonesia, karena para peserta telah dapat mengimplementasikan ilmu dan pengetahuan yang baru saja mereka dapat dengan sangat baik. Semoga setelah ini Cyber Crime Indonesia dapat mengungkap lebih banyak pelaku kasus eksploitasi anak,” katanya
Pelatihan ini juga sebagai manifestasi kerjasama antara Polri dengan Interpol sebagai upaya untuk meningkatkan kolaborasi dalam penanganan kejahatan siber yang semakin marak dan merupakan kejahatan transnasional yang bersifat borderless. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved