Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBANGUNAN trotoar di Jakarta diprediksi tidak akan mencapai target. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan total pembangunan trotoar tahun ini mencapai 100 kilometer. Namun, target itu disebut sulit tercapai karena jumlah perusahaan vendor pembangunan trotoar kurang.
Pemprov DKI telah menetapkan target pembangunan trotoar dengan anggaran Rp424 miliar dalam APBD penetapan, untuk menunjang program penggunaan transportasi umum oleh warga DKI Jakarta.
Bahkan trotoar sepanjang kawasan Semanggi hingga Bundaran HI akan dilebarkan menggunakan sisa dana penaikan koefisien lantai bangunan (KLB) dari Simpang Susun Semanggi.
“Kita bangun pelebaram trotoar dengan masif. Ground breaking-nya Insya Allah awal Oktober-lah, khusus untuk trotoar dari Benhil ke Bundaran HI,” kata Djarot di Balai Kota, kemarin.
Meski demikian, cita-cita menambah trotoar sepanjang 100 kilometer diprediksi tidak akan tercapai. Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Yusmada Rizal mengaku jumlah perusahaan vendor proyek pembangunan trotoar kurang.
“Bukannya susah kita cari vendor, tapi sistem katalognya kan tadinya di LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah) sekarang ada di Badan Pelayanan Pengadaan Barang Jasa (BPPBJ) mulai pertengahan tahun kemarin,” kata Yusmada di Balai Kota, kemarin.
Saat ini, vendor untuk proyek trotoar yang ada di LKPP 10 perusahaan, sementara untuk pengerjaan boks utilitas hanya ada tiga perusahaan. “Akibatnya pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) kita juga sempat terhambat kemarin,” kata Yusmada.
Pembangunan trotoar yang tidak mencapai target itu trotoar di Jakarta Timur dan Jakarta Pusat. Saat ini pembangunan trotoar tetap berjalan di sejumlah titik seperti di Jalan Barito, pembangunan trotoar mencapai 86%. Sementara itu, di Jatinegara mencapai 63%.
Pengurangan anggaran
Kepala Seksi Perencanaan Dinas Bina Marga Riri Asnita mengatakan saat ini vendor yang sudah dikontrak hanya mengerjakan 80 kilometer. Hal itu sebagai konsekuensi anggaran pembangunan trotoar dikurangi dari Rp424 miliar menjadi Rp408 miliar dalam APBDP.
“Kalau kontrak di dinas sudah selesai, on progress selesai. Tapi di suku dinas (sudin) masih ada yang berproses, seperti di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Mereka masih kejar progres kontrak. Makanya kita takutnya tidak bisa kejar 100 km itu,” jelasnya.
Anggaran pembangunan trotoar tahun depan, ujarnya, tidak akan jauh dengan anggaran sekarang. Hanya saja, tidak seperti saat ini, porsi dana untuk Dinas Bina Marga akan lebih banyak ketimbang untuk sudin.
Dengan terhambatnya target pembangunan trotoar, pembangunan saluran kabel di dalam trotoar (boks utilitas) pun terhambat. Tahun ini, dari 1.275 boks utilitas yang direncanakan, baru tercapai 50%.
“Sudah ada aksi di Jatibaru, dua pemilik utilitas mulai pasang kabel baru di bawah. Aksi selanjutnya, merelokasi tiang-tiang lama. Yang belum dicabut itu hanya tiang PLN,” tandasnya. (Aya/J-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved