Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYIDIK Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mulai melakukan penyelidikan untuk mencari penyebab pasti kematian bayi Tiara Debora Simanjorang di RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat pada Minggu (3/9)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penyidik sudah mendapatkan laporan mengenai kematian bayi Debora. "Ya betul, sedang dalam lidik," kata Argo saat dikonfirmasi, Senin (11/9).
Argo menjelaskan, penyidik akan mencari titik terang dari penyebab kematian bayi Debora. Dalam hal ini, lanjut Argo, semua pihak akan diperiksa.
Ke depannya, penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres yang menangani bayi Deborah dan juga orang tua bayi Debora. "Semua yang ada kaitanya dan yang mengetahui tentu diperiksa," jelas Argo.
Nyawa bayi Deborah melayang akibat persoalan administrasi. Selama 7,5 jam bayi Deborah terkatung-katung sebelum akhirnya mengembuskan nafas terakhir pada pukul 10.00 WIB, Minggu 3 September 2017.
Peristiwa nahas ini terjadi saat bayi Deborah mengalami sesak nafas pada pukul 02.30 WIB, Minggu 3 September. Deborah yang terus batuk membuat kedua orang tuanya, Henny Silalahi dan Rudianto Simanjorang langsung membawa Deborah ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat.
Karena keadaan Debora yang sudah memburuk, dokter jaga saat itu, dr. Iren meminta Deborah untuk dibawa ke ruang perawatan intensif khusus bayi (pediatric intensive care unit/PICU) agar perawatannya maksimal. Henny dan suamiya diminta membayar uang muka perawatan PICU sebanyak Rp19,8 juta.
Karena kejadiannya tiba-tiba, mereka tak memiliki uang sejumlah itu. Keduanya lantas menunjukkan kartu BPJS Kesehatan berharap bayi Deborah ditangani dulu. Namun, RS Mitra Keluarga Kalideres menyatakan belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Permintaan mereka ditolak.(MTVN/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved