Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Kelurahan Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dan penduduk Jalan KH Ahmad Dahlan Kelurahan Petir, Kota Tangerang, meminta pemerintah daerah setempat menindak tegas keberadaan puluhan penatu atau usaha laundry di wilayah mereka.
Masyarakat tidak mempersoalkan usaha di kedua daerah itu, tetapi limbah yang mereka hasilkan sangat mengganggu dan mencemari saluran air, khususnya di sepanjang saluran air Jalan Yunus 3 RW 06.
Pencemaran limbah bekas cucian bahan jins begitu kasatmata. Saluran air yang berwarna bening berubah menjadi biru pekat. Bau kimiawi tercium menyengat. “Sering juga berubah warna. Tadi pagi kuning, kemarin sore biru, terkadang warna pink,” cetus Sutopo, 41, warga RT 005/06, kemarin.
Rumah Sutopo dilintasi saluran air selebar 1 meter. Air saluran tampak keruh dan warnanya agak merah muda. Bau limbah itu juga tercium pada air mandi warga yang diambil dari tanah. “Air yang kami pakai buat mandi dan cuci piring juga berbau kimia.”
Di lingkungan tempat tinggal Sutopo terdapat sedikitnya lima usaha laundry dan tekstil. Industri rumahan itu tepat berada di atas saluran air. Atas laporan warganya, Ketua RT 005/06 Mulyadi berjanji akan memanggil semua pengusaha laundry dan tekstil.
Secara terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Aji juga menegaskan akan menindak usaha laundry yang mencemari saluran warga. “Kasus limbah laundry jins itu sudah pernah ada lima tahun lalu. Kami akan tindak lanjuti,” kata Isnawa. Kepala Bidang Pengawasan dan Penataan Hukum Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Mudarisin mengaku telah mengambil sampel limbah di kawasan tersebut. Dugaan sementara air saluran tercemar limbah usaha laundry jins.
Busa limbah
Tak hanya di Kebon Jeruk, limbah usaha laundry juga mencemari saluran irigasi sepanjang Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Petir, Kota Tangerang, hingga ke Jalan Raya Duri Kosambi, Jakarta Barat. Saluran yang menghubungkan dua wilayah itu dicemari busa limbah usaha laundry.
Pemantauan Media Indonesia, sepanjang saluran irigasi berdiri ruko-ruko yang membuka usaha laundry. Bukan hanya itu, jasa cuci sepeda motor juga menyumbang limbah ke saluran irigasi. Saluran irigasi sepanjang hampir 2 kilometer itu memang telah ditutupi ruko-ruko dengan usaha laundry, jasa cuci motor, tempat makan, hingga pabrik besi.
Hampir saban malam hari saluran air dialiri busa yang diduga dari limbah usaha laundry. Saluran berwarna hitam pekat kerap menimbulkan bau tak sedap. Jika hujan turun, penderitaan warga bertambah. Air saluran meluap. Bau kimia tercium menyengat. “Derita seperti ini sudah bertahun-tahun,” kata Fajri, 38, warga setempat.
Sejauh ini belum ada penanganan dari pihak Kelurahan Petir Kota Tangerang ataupun Kelurahan Duri Kosambi, Jakarta Barat. Warga yakin pihak kelurahan pasti tahu adanya pencemaran. “Tapi mengapa mereka tidak bertindak, pihak kelurahan yang menjawab. Saya sejak kecil tinggal di sini, belum pernah lihat saluran itu jernih dan bersih. Jadi, peristiwa ini sudah puluhan tahun,” tegas Fajri. (Mal/J-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved