Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDAK perlu pergi jauh ke Jepang. Warga Jakarta dan sekitarnya dapat menemukan pengalaman layaknya di Jepang dengan menghadiri Jak-Japan Matsuri 2017. Acara yang digelar mulai kemarin hingga hari ini di lapangan Wisma Aldiron, Jakarta Selatan, itu menghadirkan pertunjukan budaya Jepang dan Betawi yang variatif.
Pada hari pertama, sejumlah band menghibur para pengunjung yang datang di siang hari. Beberapa grup musik asal Jepang dan Indonesia, seperti Shojo Complex, JKT 48, hingga Tompi turut meramaikan acara.Selain musik, pertunjukan budaya juga dilakukan.
Dari Jepang, ditampilkan parade Mikoshi, yakni arak-arakan tandu yang dipikul ramai-ramai di pundak, lalu dibawa berkeliling. Mikoshi biasanya dipakai untuk membawa objek roh persemayaman permanen ke tempat peristirahatan sementara selama berlangsungnya Matsuri.
Sementara dari Jakarta ditampilkan pertunjukan Lenong Betawi.
Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii mengatakan terselenggaranya kegiatan itu merupakan upaya yang sangat baik untuk masyarakat kedua negara. Kerja bersama sangat penting dilakukan oleh semua negara. Jak-Japan Matsuri merupakan salah satu kegiatan yang dapat mencerminkan hal tersebut.
“Moto hidup saya ialah kerja bersama. Ini sangat penting dan baik dilakukan,” ujar Ishii, di panggung utama Jak-Japan Matsuri 2017, Wisma Aldiron, Jakarta, kemarin.
Tujuan acara tersebut mempromosikan pertukaran kebudayaan warga Jepang dan Betawi. Sebab, warga Jepang di Indonesia setiap tahunnya bertambah dan mereka perlu mengenal konten lokal.
Asisten Deputi Gubernur Bidang Industri dan Perdagangan DKI Jakarta Sahat Parulian mengatakan sangat mengapresiasi upaya masyarakat Jepang di Jakarta itu. Acara itu menggambarkan rasa persaudaraan antara Indonesia dan Jepang yang semakin erat.
“Acara semacam ini semakin mempertegas persaudaraan kedua bangsa lewat seni dan budaya.”
Jepang merupakan salah satu dari lima negara dengan realisasi investasi terbesar di DKI Jakarta. Selain itu, berdasarkan data Dinas Kependudukan DKI Jakarta tahun 2016, diketahui sekitar 12 ribu warga Jepang menetap di Jakarta saat ini. Kondisi itu yang membuat Jak-Japan Matsuri terus dipertahankan untuk berlangsung sejak tahun 2009 lalu.
“Untuk itu acara ini menjadi sangat penting dan berarti. Warga juga bisa belajar lebih banyak budaya yang ada di dunia.”
Selain dihibur dengan penampilan artis, seni, dan budaya, pengunjung juga dapat menikmati berbagai sajian kuliner dan produk khas Jepang mulai dari okonomiyaki, yakisoba, donburi, takoyaki, dan unagi. Selain kuliner, arena Jak-Japan Masturi juga ramai dijadikan sebagai latar berfoto oleh pengunjung. (Pro/X-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved