Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Uji Coba Jalur Khusus belum Maksimal

Gana Buana
08/9/2017 08:44
Uji Coba Jalur Khusus belum Maksimal
(ANTARA/Risky Andrianto)

ALUR khusus angkutan umum (JKAU) Bekasi Barat-Plaza Senayan, Jakarta Selatan, diuji coba, kemarin (Kamis, 7/9). Bus Trans-Jabodetabek melaju melalui Tol Jakarta-Cikampek-Tol Dalam Kota hingga keluar Pintu Tol Semanggi (depan Polda Metro Jaya).

Karena belum tersedia rambu pendukung jalur lintasan, Badan Pengelola Trans-Jabodetabek (BPTJ) memanfaatkan pengawalan voorijder. Pengawalan dilakukan sepanjang tol dengan memanfaatkan bahu jalan serta lajur cepat bila kondisi tol lengang.

Bila macet, voorijder mencoba menerobos antrean dengan memanfaatkan bahu jalan. Pengawalan berakhir setelah bus keluar di Semanggi. Bus selanjutnya melaju lewat jalur arteri dengan berhenti di beberapa halte bus, antara lain Halte Polda Metro Jaya, Gelora Bung Karno, Bundaran Senayan, Halte FX, dan Halte Plaza Senayan.

Dalam agenda uji coba, BPTJ tidak melibatkan petugas voorijder Kemenhub yang biasa mengawal perjalanan bus Trans-Jabodetabek. Sebagai gantinya, operator tol akan melegalkan pemanfaatan bahu Tol Jakarta-Cikampek untuk pelintasan bus Trans-Jabodetabek.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono menyampaikan hasil uji coba jalur JKAU belum maksimal. Apalagi pihaknya hanya mengandalkan pengawalan mobil voorijder, padahal seharusnya melewati jalur khusus sebagai lintasan bagi seluruh angkutan umum.

Bambang menjelaskan tujuan jalur khusus adalah untuk mendorong warga beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Dari hasil survei instansinya pada 2017, jumlah mobilitas warga Jabodetabek ke Jakarta mencapai 40 ribu orang setiap hari.

Dari jumlah tersebut, baru sekitar 30% yang sadar menggunakan transportasi publik. "Sisanya masih tetap menggunakan kendaraan pribadi," kata dia.

Nantinya, bus dengan memanfaatkan lintasan JKAU hanya berangkat pada jam-jam tertentu. Di pagi hari jadwal keberangkatan dari depan Mega Bekasi-Plaza Senayan pukul 06.45 WIB, 07.05, dan 07.25. Arus balik, Plaza Senayan-Bekasi pukul 16.45, 17.15, dan 17.45.

Dengan fasilitas bus premium dan jalur JKAU, ke depan Bambang yakin bisa memindahkan pengguna kendaraan pribadi sebanyak 60% ke angkutan umum. "Apalagi nanti kalau JKAU dibuat lintasan sendiri. Sekarang ini, tinggal menunggu keputusan Kementerian Perhubungan," ungkap Bambang.

Tarif naik bus premium disesuaikan dengan fasilitas yang didapat para penumpang. Tarif naik bus premium Rp20 ribu per penumpang, sedangkan yang reguler Rp5.000.

Dalam menanggapi uji coba, Sugiyanto, sopir bus Trans-Jabodetabek Premium, menyatakan hanya mengalami kemacetan ketika mau keluar di depan Polda Metro Jaya.(Gan/J-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya