Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Pelanggan Gas Bumi kembali Gigit Jari

30/8/2017 09:58
Pelanggan Gas Bumi kembali Gigit Jari
(ANTARA/RISKY ANDRIANTO)

RIBUAN pelanggan gas bumi PT Si­nergi Patriot Kota Bekasi, Jawa Barat, kembali gigit jari. Mereka terkena imbas penghentian layanan akibat bocornya pipa distribusi yang terjadi sejak Senin (28/8).

“Hari ini kami baru mendeteksi kerusakan pipa distribusi di dasar Kali Cimuning, Kelurahan Paduren­an, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. Pipanya pecah,” kata Humas PT Sinergi Patriot Kota Bekasi M Jufri di Bekasi, kemarin.

Pada 7 Agustus lalu, perusahaan itu juga menghentikan layanan selama sepekan akibat kebocoran pipa di kawasan Setu, Kabupaten Bekasi. Akibatnya, sekitar 4.700 pelanggan tak bisa mendapat aliran gas yang diproduksi PT Pertamina EP ke rumah mereka.

Untuk kebocoran kali ini, kata Jufri, mau tak mau kembali berimbas pada penghentian layanan terhadap 4.700 pelanggan yang tersebar di Kecamatan Rawalumbu. Diduga, kebocoran itu akibat benturan benda keras sehingga membuat pipa ber­ukuran 5 inci untuk distribusi gas tersebut pecah.

“Kami baru mendengar laporannya semalam. Hari ini sedang ditindaklanjuti,” katanya.

Upaya penanganan tengah dilakukan pihaknya dengan melibatkan petugas teknis dari PT Pertamina.

“Saat ini kami sedang mengosongkan kandungan gas dari metering regulator station (MRS) ke rumah sektor (RS). Kalau kandungan gas sudah habis, baru pelaksanaan perbaikan fisik bisa dijalankan,” katanya.

Jufri memprediksi upaya perbaikan pipa akan memakan waktu kurang dari sepekan. “Kami akan percepat prosesnya agar distribusi gas ke rumah pelanggan bisa kembali berjalan normal,” katanya. Tak ayal, peristiwa itu membuat pelanggan kesal.

Denny Bratha, salah satu konsumen di Jalan Lumbu Timur, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kota Bekasi, menyampaikan sejak peng­hentian layanan gas tersebut, ia hanya mengandalkan kompor portabel untuk memasak.

Ia tidak memiliki bahan bakar cadangan lain seperti gas elpiji dan sejenisnya. Sebabnya, kompor di dapur rumahnya sejak lama langsung terkoneksi dengan jaringan pasokan gas bumi.

“Saya tidak pernah konsumsi gas tabung elpiji. Sudah langganan gas bumi,” kata dia. (Gan/J-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya