Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
BEKASI dirundung lagi. Setelah sebelumnya nama jalan dari nama pahlawan, Jalan Dewi Sartika, diubah menjadi nama pedangdut, Jalan Dewi Persik, kini ada lagi yang lebih jahil di Google Maps.
Nama sebuah gang di Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, bahkan diubah menjadi nama alat kelamin perempuan. Gang yang berdekatan dengan kawasan Jalan Pejuang itu tiba-tiba berubah menjadi Gang M**** Asin.
Gang itu bisa diakses melalui Jalan Ir H Juanda, Bekasi Timur, menyeberangi rel kereta api dan berada di samping Stasiun Bekasi.
Junaedi, tukang ojek pangkal-an, menyebutkan gang tersebut bukan jalan umum. Namun, ia kaget setelah melihat Google Maps yang menamai gang itu dengan nama tidak pantas. “Itu sih sengaja mau merundung Kota Bekasi,” cetusnya.
Junaedi meminta Pemkot Bekasi tidak tinggal diam atas perundungan oleh orang-orang jahil pada Google Maps. “Jangan didiamkan. Kemarin Jalan Dewi Sartika diganti jadi Jalan Dewi Persik. Ini lebih parah karena nama alat kelamin dijadikan nama jalan,” tegasnya.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persan-dian Kota Bekasi Titi Masyrifahati menyampaikan pihaknya sudah menelusuri ke gang yang diberi nama tak pantas. Di lokasi itu tim tidak menemukan jalan atau gang yang dimaksud. “Hanya ada rumah, ini murni pekerjaan orang iseng,” kata Titi.
Sama seperti kasus Jalan Dewi Sartika, pihaknya akan melaporkan masalah pergantian nama jalan tersebut ke Google Indonesia.
Pihaknya tidak bisa berbuat banyak selain menunggu jawaban dari Google Inc sebab yang berwenang mengganti kembali nama jalan hanyalah pemilik perangkat lunak. “Kami berharap tidak lama ya, jumlah user yang protes masih kita himpun,” imbuh dia.
Pemerhati sosial Kota Bekasi Hamludin menyampaikan perubahan nama jalan dapat menimbulkan kebingungan masyarakat. Khususnya mereka yang mencari alamat kerabat, teman kerja, atau pengiriman barang di jalan itu. “Tentu punya imbas secara langsung pada warga.”
Hamludin menyatakan pemerintah dan masyarakat bisa memperbaiki nama jalan yang berubah dengan masuk ke akun Google. Di sana tersedia mesin petunjuk memperbaiki nama jalan yang berubah. “Pemerintah harus proaktif. Jangan sampai berlarut sebab sudah merusak cita-cita pembangunan,” paparnya. (Gana Buana/J-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved