Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN warga dari tiga desa di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menjadi korban kekeringan. Mereka harus mengambil air dari Kali Cihoe dan Kali Cipamingkis untuk kebutuhan sehari-hari.
Enjum, 39, warga Desa Ridogalih, RT 06/03, Kecamatan Cibarusah, menyampaikan kekeringan telah dialami warga sejak dua pekan lalu. Tidak ada air bersih yang keluar dari sumur di rumah mereka.
“Jadi kami memanfaatkan air kali yang ada untuk kebutuhan cuci dan kakus,” kata Enjum, kemarin.
Ia menjelaskan, tiap pagi, ia dan seluruh anggota keluarganya harus turun ke kali untuk mengambil air. Tiap orang membawa dua jeriken untuk membawa air ke rumah.
Namun, untuk kebutuhan minum keluarganya, Enjum mengaku terpaksa membeli air galon isi ulang. Satu galon air isi ulang dibelinya seharga Rp4.000. Dalam satu minggu, ia bisa menghabiskan dua galon untuk keperluan minum dan memasak.
“Air galon isi ulang sudah ada yang jual di sekitar sini, jadi masih ada yang bisa diandalkan,” kata dia.
Hal senada juga dikatakan Asep, 38. Menurut warga Kampung Cihoe, Desa Ridhogalih, itu, dirinya terpaksa mengambil air dari Kali Cihoe sekalipun kotor airnya.
Ia dan warga lainnya tak peduli dengan kualitas air, yang penting masih ada air yang bisa dipakai.
“Yang penting bagi saya, air itu bisa dimanfaatkan untuk keperluan mencuci,” kata dia.
Asep menjelaskan dirinya memerlukan air dalam sehari 120 liter untuk keperluan enam anggota keluarganya. “Saya bawa setiap hari enam jeriken air, yang isinya 20 liter per jeriken. Saya dan warga lainnya sangat terpaksa mengambil air kali Cihoe ini karena air merupakan kebutuhan utama,” ujarnya.
Kekeringan di Kecamatan Cibarusah saat ini terjadi di tiga desa, yakni Desa Sirnajati yang dihuni 638 kepala keluarga, Desa Ridhogalih yang dihuni 1.216 kepala keluarga, dan Desa Ridomanah yang dihuni 805 kepala keluarga.
Camat Cibarusah Abdul Iman mengatakan kekeringan itu sudah terjadi selama dua pekan. Kekeringan kerap terjadi bilamana musim kemarau tiba.
“Tiap masuk musim kemarau memang warga di sini pasti mengalami kekeringan,” kata Iman. (Gan/J-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved