Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Pelapor Terus Bertambah Calon Jemaah Rugi Rp848 M

23/8/2017 07:27
Pelapor Terus Bertambah Calon Jemaah Rugi Rp848 M
(ANTARA/RENO ESNIR)

DENGAN iming-iming ‘harga kaki lima, fasilitas bintang lima’, biro perjalanan First Travel menggaet 72.672 calon jemaah umrah dengan harga promo Rp14,3 juta per orang. Sebagian besar calon jemaah itu gagal berangkat umrah dengan total nilai kerugian Rp848,7 miliar.

Sejak Desember 2016 hingga Mei 2017, First Travel ternyata hanya mampu memberangkatkan 14 ribu jemaah, sedangkan 58.682 calon jemaah lainnya kini merugi.

Dengan harga Rp 14,3 juta per orang, calon jemaah dijanjikan akan mendapat fasilitas umrah sekelas VIP. Padahal, biaya tersebut jauh di bawah harga standar minimal biaya umrah yang ditetapkan Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah RI (AMPHURI) dan Kementerian Agama RI yakni sebesar US$1.700 atau setara dengan Rp22,61 juta per orang.

“Selisih biaya 8,31 juta tidak diperoleh dari hasil keuntungan perusahaan, tetapi ditutupi menggunakan uang yang terkumpul dari jemaah umrah periode berikutnya,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Herry Rudolf Nahak di Gedung Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, kemarin.

First Travel, ujarnya, sengaja memberangkatkan jemaah dalam jumlah kecil sehingga ada tenggang waktu agar bisa memakai uang yang ada untuk memberangkatkan jemaah yang lebih dulu mendaftar. Kerugian mencapai Rp839,12 miliar.

Angka itu belum termasuk biaya tambahan Rp2,5 juta yang diminta First Travel pada Mei lalu dengan dalih biaya carter pesawat. Mereka juga menawarkan paket Ramadan dengan biaya tambahan Rp3 juta hingga Rp8 juta per jemaah. Total kerugian jemaah dengan dalih ini mencapai Rp9,54 miliar.

Korban berdatangan
Hingga kemarin siang, calon jemaah yang merugi terus memadati crisis center Bareskrim. Total pelapor mencapai 4.043 orang. Laporan terbanyak diterima pada Senin (21/8) , yakni 2.280 laporan. Ada pula 1.614 laporan melalui e-mail.

Dwiyanti, 68, dijanjikan berangkat pada Mei setelah menyetorkan Rp40 juta biaya umrah dia dan dua keponakannya. “Lalu diundur ke Juli terus sampai sekarang tidak ada kepastian. Cuma bisa pasrah,” ujar Dwi yang pernah umrah lewat jasa First Travel pada 2014.

“Dulu sebenarnya pelayanannya bagus. Sekarang tahu bermasalah, langsung urus refund,” kata Dwi yang dijanjikan uangnya kembali setelah 90 hari kerja. “Namun, sampai sekarang enggak ada juga,” imbuhnya.

Nama besar First Travel diakui banyak calon jemaah membuat mereka percaya akan diberangkatkan. Menurut polisi, untuk menarik minat calon jemaah, First Travel memberangkatkan selebritas.

“Memang ada beberapa artis yang diberangkatkan. Kata mereka itu promo, tapi bagi saya itu modus penipuannya. Ditayangkan di media bahwa First Travel segitu hebatnya, bisa memberangkatkan artis. Tujuannya untuk mendapatkan jemaah sebanyak-banyaknya sehingga dia bisa dapat uang lebih banyak,” papar Herry. (Nic/J-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya