Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Dinilai Sukses, SSA di Depok Diperluas

Kisar Rajagukguk
21/8/2017 10:28
Dinilai Sukses, SSA di Depok Diperluas
(MI/BARY FATAHILAH)

PEMERINTAH Kota Depok memberlakukan sistem satu arah (SSA) tahap II. Kali ini menyasar Jalan Arif Rahman Hakim (ARH). SSA sebelumnya di Jalan Nusantara dan Dewi Sartika dinilai mampu mengurai kemacetan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Raden Gandara Budiana mengatakan uji coa tahap II SSA di Jalan ARH tidak diberlakukan 24 jam seperti di Jalan Nusantara dan Jalan Dewi Sartika, Pancoran Mas. SSA di jalan ARH hanya diberlakukan sore hingga malam mengingat karena jam itu merupakan jam sibuk. "Penerapan SSA pukul 15.00-22.00," kata Raden kepada Media Indonesia, kemarin (Minggu, 20/8).

Pada jam tersebut, kendaraan hanya diperbolehkan melintas dari arah timur ke barat saja. Artinya kendaraan hanya boleh melintas dari Jalan Margonda (simpang Ramanda) ke arah Jalan Nusantara atau ke arah Depok Jaya, Kecamatan Beji.

Uji coba SSA tahap II, ungkap Raden, mulai hari ini (Senin 21/8). Uji coba tersebut setelah pihaknya melakukan kajian dan analisis atas penerapan SSA di Jalan Nusantara dan Jalan Dewi Sartika selama tiga pekan dari Sabtu (29/7) hingga Sabtu (19/8).

"Adanya SSA kita lihat dampaknya terjadi kepadatan di Jalan ARH pada pukul 15.00- 22.00. Karena itu, di jam tersebut kami terapkan SSA di Jalan ARH, mulai Senin hari ini," katanya.

Namun, masyarakat yang biasa menggunakan Jalan Arif Rahman Hakim menolak rencana perapan SSA di Jalan ARH. "Lah gimana, kita dari Depok Utara mau ke Margonda harus berputar dulu ke Jalan Nusantara dan Jalan Dewi Sartika," gerutu Subariah, 40, salah satu warga Beji, Kota Depok

Meita, 35, warga Beji lainnya, menambahkan penerapan SSA hanya membebani masyarakat saja yang setiap harinya ber-aktifivitas. "Dengan adanya SSA di Jalan Nusantara dan Jalan Dewi Sartika saja kita sudah membutuhkan waktu lama, gimana SSA di Jalan Arif Rahman Hakim, tambah beban lagi kita, apalagi ongkos angkot mahal," katanya.

Meski ada keluhan, Raden tetap menerapkan SSA di sana karena jalur tersebut merupakan biang macet akibat banyaknya aktivitas di kawasan itu.(KG/J-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya