Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
SINDULA Gunawangsa, 49, warga Kelurahan Jaka Setia, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, terkejut ketika membuka aplikasi canggih Google Maps.
Nama jalan yang menggunakan nama pahlawan Indonesia digantikan nama artis yang masih belia.
Jalan Dewi Sartika di daerah Margahayu, Bekasi Timur, sudah digunakan sebelum Kota Bekasi berdiri 20 tahun lalu.
Dewi Sartika merupakan tokoh perintis pendidikan untuk kaum perempuan.
Pemerintah Indonesia mengakuinya sebagai pahlawan nasional pada 1966. Ayahnya, Raden Somanagara, juga seorang pejuang kemerdekaan.
Namun, sejak 30 Juli 2017, nama pahlawan kelahiran Bandung, 4 Desember 1884 itu berubah menjadi Jalan Dewi Persik.
Dewi Persik kelahiran Jember, Jawa Timur, 18 Desember 1985, merupakan penyanyi dangdut yang menonjol dengan keseksiannya.
Tentunya, Sindula terkejut bukan kepalang atas pergantian nama pahlawan menjadi penyanyi dangdut yang nama aslinya Dewi Murya Agung itu.
"Saya terkejut. Nama pahlawan digunakan untuk jadi nama jalan tentu ada alasannya. Kenapa jadi berubah menjadi nama artis begini?" tanya Sindu, kemarin.
Setahu Sindu, nama Dewi Sartika diabadikan menjadi nama jalan dengan tujuan mengenang jasanya sebagai pahlawan.
Penamaan nama jalan tersebut di Kota Bekasi pun tentunya melalui prosedur administratif yang benar.
Abdillah, warga Jalan Dasa Darma, Rawa Lumbu, Kota Bekasi, juga terheran-heran dengan perubahan nama jalan tersebut.
Ketika memesan ojek online menuju Kantor Dinas Pendidikan, kemarin pagi, dirinya tak bisa mendeteksi nama Jalan Dewi Sartika.
Jalan Dewi Persik kemudian muncul ketika ia memasukkan alamat tujuan.
"Ini aneh sekali. Pasti disengaja, tidak mungkin tidak disengaja sebab jauh sekali berubah," sergahnya.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kota Bekasi Titi Masrifahati mengaku pihaknya sudah melaporkan pergantian nama jalan tersebut ke Google, Sabtu (5/8).
Namun, hingga Senin (7/8) pagi belum ada tanggapan dari perusahaan multinasional asal Amerika Serikat tersebut.
Perwakilan Google Indonesia melalui jawaban tertulis kepada Media Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan nama tempat yang muncul di aplikasi Google Maps.
Pihak Google Indonesia mengatakan kumpulan data yang muncul di Google Maps datang dari berbagai sumber.
Seluruh data seperti nama tempat dan nama jalan merupakan kombinasi dari penyedia pihak ketiga, sumber data publik, serta kontribusi pengguna.
"Secara keseluruhan ini memberikan kami data yang komprehensif dan up-to-date. Namun, kami menyadari adanya kemungkinan untuk munculnya inakurasi dari sumber-sumber ini. Kami memperbarui data kami secara reguler. Namun, waktu yang dibutuhkan bervariasi. Inilah mengapa kami mempunyai tool yang bisa dimanfaatkan pengguna untuk mempercepat proses," cetus Google lewat pesan elektronik.
Bila Google tidak mengubah nama Jalan Dewi Sartika dalam sepekan, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana mengancam akan menempuh jalur hukum. (Gana Buana/J-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved