Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Atasi Macet, 17 Stasiun Tersambung Angkot

Aya/J-2
02/8/2017 08:08
Atasi Macet, 17 Stasiun Tersambung Angkot
(Suasana kemacetan di depan Stasiun Tanah Abang, Jakarta. -- ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

SEBANYAK 17 titik stasiun kereta api di Jakarta akan memiliki pangkalan angkutan umum dan ojek. Lahan-lahan kosong di sekitar area stasiun akan dimanfaatkan menjadi tempat berkumpulnya alat transportasi rakyat tersebut.

Keputusan itu tertuang dalam Rancang­an Peraturan Presiden terkait Rancangan Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ). Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) membicarakan hal itu dengan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota DKI, kemarin.

Tujuan pemusatan pangkalan di sekitar stasiun agar angkot dan ojek tidak membuat macet jalanan. Solusi transit oriented deve­lopment (TOD) di Dukuh Atas, Jakarta Pusat, dinilai terlalu lama untuk permasalahan yang sudah mendesak.

Kepala BPTJ dari Kementerian Perhubung­an (Kemenhub) Bambang Prihartono meng­ungkapkan saat ini pengguna kereta rel listrik (KRL) sudah 1,1 juta orang. Pada 2019, KRL bisa mengangkut dua juta penumpang setiap hari.

“Bayangkan satu juta saja setiap stasiun sudah membuat kemacetan. Apalagi kalau sudah dua juta penumpang. Kita akan kerja sama untuk membangun intermoda setiap stasiun dengan Pemerintah Provinsi DKI,” lanjutnya.

Saat ini kemacetan di area stasiun terjadi terutama di jam-jam pergi dan pulang kerja. Di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, misalnya, kemacetan bisa mengular beberapa ratus meter sebelum lokasi stasiun. Kema­cetan kerap disebabkan penumpang yang turun dari kereta kemudian menunggu ojek daring atau angkot. Di pihak lain, pedagang kaki lima terus mencari cara untuk berdagang meski area trotoar sudah diberi pagar.

Di Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur, angkot kerap berhenti tepat di pintu keluar stasiun. Itu akibat jalur jalan selebar 12 meter dibagi dua dengan bus Trans-Jakarta. Jalan semakin sempit karena taksi dan bajaj juga parkir di pinggir jalan tak jauh dari pintu keluar stasiun.

“Pak Gubernur menyampaikan metode TOD sebagai solusi, tapi TOD kan perlu berapa tahun lagi, sedangkan kita harus berbuat sesuatu dalam waktu singkat ini,” tambahnya.

Sebagai percontohan awal, BPTJ menggunakan lahan milik PD Pasar Jaya di area Dukuh Atas. BPTJ mulai melakukan penertiban hari ini. Nantinya stasiun-stasiun lain akan ditertibkan, di antaranya Stasiun Palmerah, Stasiun Dukuh Atas, Stasiun Cawang, Stasiun Manggarai, dan Stasiun Kota.

Kemacetan di Ibu Kota juga dikontribusi­kan banyaknya pengguna kendaraan roda dua. BPTJ berencana membuat aturan dengan membatasi kendaraan roda dua, tidak hanya di Jalan MH Thamrin tapi juga Jalan Rasuna Said atau Jalan MT Haryono. (Aya/J-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik