Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA negara asing (WNA) asal Tiongkok dan Taiwan yang menjadi pelaku kejahatan siber di Jakarta, Bali, dan Surabaya mengaku mengantongi sedikitnya Rp20 triliun dari pejabat dan pengusaha yang diperas.
Angka spektakuler itu diungkapkan pelaku kepada penyidik Reserse Kriminal Umum Polda Bali sebelum diterbangkan ke Jakarta, kemarin. “Total kerugian korban mencapai sekitar Rp20 triliun, itu pun ngakunya yang diolah dari Bali saja, belum termasuk tempat lain,” ungkap Wadir Reskrimsus Polda Bali AKB Ruddi Setiawan.
Modusnya para pelaku bekerja secara tim yang dikoordinasi bos bermarkas di Tiongkok. Sebuah tim bertugas melacak calon korban yang memiliki kasus hukum. Mereka umumnya pengusaha swasta yang antara kegiatan dan asetnya tidak berimbang.
Pelaku menyamar sebagai polisi lalu mendatangi korban untuk melakukan investigasi. Tim dari Jakarta, Bali, dan Surabaya selanjutnya meneror dengan mengungkapkan data-data yang membuat korban ketakutan.
Sindikat beraksi menggunakan teknologi voice over internet protocol. Kode area penelepon tetap Tiongkok meski pelaku menghubungi korban dari Indonesia. Lantas, tim lain menawarkan jasa agar kasus diringankan dengan syarat calon korban membayar sejumlah uang.
Hasil pemerasan masuk rekening organisasi. Setiap pelaku mendapat upah Rp40 juta per bulan. Sebanyak 158 pelaku yang berada di Indonesia ditangkap Tim Satuan Tugas Khusus Bareskrim Polri dan Kepolisian Tiongkok pada Sabtu (29/7) di Bali, Jakarta, Surabaya, dan Batam.
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran menjelaskan pelaku memilih Indonesia sebagai lokasi penipuan karena pengaturan regulasi internet service provider di Tanah Air lebih longgar.
Para pelaku memanfaatkan kelemahan regulasi internet di Indonesia sehingga selama satu tahun beraksi mereka tetap tak terdeteksi. Selain di Indonesia, para pelaku beroperasi di negara lain di kawasan Asia Tenggara. (OL/Mal/RS/J-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved