Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

MH Diduga Kerap Memeras Pihak Terlapor

Nicky Aulia Widadio/ Intan Fauzi
07/7/2017 15:49
MH Diduga Kerap Memeras Pihak Terlapor
(Ist)

PELAPOR Kaesang Pangarep, Muhammad Hidayat diduga rutin membuat laporan ke polisi untuk memeras pihak terlapor. Usai membuat laporan polisi, Hidayat mendatangai pihak yang ia laporkan.

"Dia rata-rata melaporkan pejabat di Bekasi, nanti didatangi, bilang saya udah laporan lho. Nah ujung-ujungnya ke arah situ (pemerasan)," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jendral Setyo Wasisto di Markas Besar Polri.

Setyo menyebut Hidayat telah membuat 60 laporan kepolisian. Namun sebagian besar di antaranya tidak berlanjut.

Sebelumnya pihak kepolisian telah memutuskan untuk tidak memproses perkara yang dilaporkan Hidayat ke Bekasi. Sebab, laporan tersebut dinilai tidak memenuhi unsur pidana. "Sudah ada gelar internal dan minta keterangan ahli, ujaran dalam videonya Kaesang tidak memenuhi unsur," kata Setyo.

Di tempat terpisah, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat prihatin video blog yang diunggah anak bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, sampai dilaporkan ke polisi. Ia tak habis pikir, ungkapan 'ndeso' dianggap penistaan agama.

Sebagai sesama orang Jawa, Djarot merasa pelapor Kaesang tak mengerti ungkapan Kaesang di dalam video itu. Kata 'ndeso' biasa dipakai sebagai candaan.

"Lah iya kan lucu ya. Begini loh kata-kata 'ndeso' kalau di kami itu kan guyonan ya, gurauan saja lah sebetulnya. Kalau kami ya orang desa, orang desa dianggap 'ndeso' ya ora opo-opo, gitu saja kok. Kok terlalu jauh toh?," kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (7/7).

Menurut Djarot, kabar pelaporan Kaesang tidak perlu dibuat gaduh. Si pelapor, Muhammad Hidayat, pun tidak perlu terlalu diekspos. "Enggak usah ditanggapi, diekspos. Wong (hal) kecil saja begitu ya. Banyak hal besar yang harus kita urusin," ungkapnya.

Di samping itu, ia menilai, masih banyak permasalahan yang lebih penting harus ditangani kepolisian. "Kecil-kecil diurusin akhirnya yang besar enggak diurusin ya. Yang seperti itu ngapain toh?," ujar Djarot.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik