Kamis 29 Juni 2017, 11:00 WIB

Kota Bekasi akan Awasi 20 Ribu Pendatang Baru

Administrator | Megapolitan
Kota Bekasi akan Awasi 20 Ribu Pendatang Baru

ANTARA/AGUS BEBENG

 

PEMERINTAH daerah mempersiapkan langkah dalam menghadapi kaum urban yang hadir bersamaan arus balik tahun ini.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bekasi, Jawa Barat, memprediksi akan didatangi sekitar 20 ribu kaum urban baru.

Seperti diungkapkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi Erwin Effendi, Kota Bekasi masih menjadi pilihan para kaum urban.

Bahkan, urbanisasi menjadi faktor dominan dalam pertumbuhan penduduk.

"Urbanisasi menyumbang 50% pertumbuhan penduduk," ujar Erwin.

Pendatang paling banyak, imbuh dia, ialah dari wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatra.

Pemkot Bekasi, jelas dia, tidak melarang arus urbanisasi ke wilayahnya asalkan memiliki kemampuan bersaing dalam mendapatkan pekerjaan.

"Boleh datang asalkan jangan malah menambah angka pengangguran, mereka harus jadi aset Kota Bekasi," kata Erwin.

Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi Hartono mengatakan, sepanjang Januari-Mei 2017 penyerapan tenaga kerja di Kota Bekasi cukup rendah.

Dari sekitar 4.246 pencari kerja, hanya 561 orang yang diterima.

"Jumlahnya masih di bawah 10% dari angka pencari kerja," kata Hartono.

Kepala Disdukcapil DKI Jakarta Edison Sianturi menjelaskan akan memantau kehadiran arus balik di sejumlah posko yang didirikan mulai Jumat (30/6).

"Yang dilakukan ialah monitoring dan pemantauan serta perkiraan arus balik. Seberapa banyak selisih arus mudik dan arus balik untuk memperkirakan pendatang baru ke DKI Jakarta. Semua orang di negeri ini punya hak untuk mengadu nasib di Jakarta," kata Edison.

Kepala Disdukcapil Kota Surabaya Suharto Wardoyo menegaskan akan memulangkan para pendatang ke Kota Surabaya, Jawa Timur, yang tidak memiliki kelengkapan dokumen kependudukan, tempat tinggal, dan pekerjaan.

"Kami telusuri jaminan tempat tinggal, apakah sudah sesuai, kemudian jaminan pekerjaan. Kalau mau tinggal di Surabaya, mereka harus ada tempat tinggal tetap dan jaminan pekerjaan," ujarnya. (Gan/Aya/FL/N-1)

Baca Juga

MI/Ramdani

Banjir Bandang di Cisarua, Bendung Katulampa Terpantau Aman

👤Sri Yanti Nainggolan 🕔Rabu 20 Januari 2021, 03:15 WIB
"Kalau dari informasi TMA masih aman," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad...
Antara/Muhamamd Iqbal

Ada Rencana Mogok Pedagang, Pemkot Jakbar Cek Stok Daging Sapi

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 02:30 WIB
Pada Selasa, Sudin KPKP telah menerima informasi adanya rencana mogok massal pedagang daging sapi yang akan diikuti seluruh pedagang di...
ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

Diungkap Peredaran Kosmetika Ilegal di Wilayah Jakarta Utara

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 00:05 WIB
Produk kecantikan ilegal ini diproduksi oleh tersangka dan dijual di Klinik Kecantikan IVA Skin Care, Jalan Pluit Kencana Raya Penjaringan,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya