Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGOPERASIAN armada TransJakarta Koridor 13 (Tendean-Ciledug) dipastikan molor lagi. Sebelumnya, pada 12 Juni dijadwalkan bus akan diujicoba dengan mengangkut penumpang. Kemudian, bertepatan dengan HUT DKI ke-490 pada 22 Juni koridor 13 akan beroperasi penuh.
Namun, hari ini Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menginstrusikan PT Transportasi Jakarta (TransPortasi) untuk menunggu Surat Laik Fungsi (SLF) konstruksi jalan layang dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebelum beroperasi.
"TransJakarta bilang bisa dilakukan (pengoperasian), saya bilang tidak. Jangan dulu, tunda dulu karena SLF dari Kementerian PUPR belum turun. Sehingga 22 Juni belum bisa diresmikan,” tandas Djarot seusai rapat pimpinan (rapim) di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (19/6).
Hal itu dilakukan untuk memastikan daya tahan jalan layang yang membentang 9,3 km. Djarot memastikan, jika SLF sudah dikantongi soft launching bisa dilakukan. Sementara, pengoperasian utuh dilakukan 17 Agustus.
"Kalau saya sebelum beroperasi kita urus dahulu izin-izin. Setelah itu kita bisa soft launching. Nanti hard launching 17 Agustus saja sekaligus Simpang Susun Semanggi agar cepat terintegrasi," imbuh Djarot.
Kepala Dinas Perhubungan Andri Yansyah mengamini molornya pengoperasian Koridor 13 pada 22 Juni. Namun, pihaknya masih memastikan apakah masih bisa dilakukan sof launching sambil menunggu terbitnya SLF.
"Tapi nanti kita koordinasi dengan Kementerian PUPR sambil menunggu SLF bisa enggak kita soft launching? Nah, saat itu bisa tidak kita angkut penumpang? Tergantung arahan mereka,” imbuhnya.
Sebelumnya, Koridor 13 yang terdiri dari 12 halte menuai kritik. Pasalnya, lampu jalan belum terpasang, hanya tampak sejumlah tiang penyangga lampu di lokasi halte pemberhentian.
Selain itu, sejumlah pelengkap jalur juga belum ada. Misalnya, tanda pengingat kecepatan (speedtrap) atau yang dikenal juga dengan garis kejut. Speedtrap biasanya ditempatkan di tengah jalur yang memisahkan dua arah. Pelengkap itu berfungsi buat pengingat sopir manakala menyetir lewat dari garis batas lajur. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved