Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

KCJ Targetkan Hall Baru di Stasiun Jakarta Kota Rampung Akhir Juni

Indrastuti
19/6/2017 16:45
KCJ Targetkan Hall Baru di Stasiun Jakarta Kota Rampung Akhir Juni
(Sejumlah warga memasuki Stasiun Kota Tua, Jakarta. MI/Galih Pradipta)

PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) berusaha meningkatkan layanan seiring dengan pesatnya pertumbuhan penumpang kereta di Jabodetabek. Salah satunya dengan membangun hall baru di di Stasiun Jakarta Kota yang targetnya akan dibuka paling lambat akhir Juni 2017.

"Saat ini PT KCJ sedang berusaha menyelesaikan hall baru di Stasiun Jakarta Kota. Hall itu akan menyediakan tap in/tap out menuju Pasar Pagi Mangga Dua," jelas Muhammad Nurul Fadhilla, Direktur Utama PT KCJ saat acara Buka Puasa Bersama Komunitas di Hotel Alila, Jakarta, Jumat (16/6).

Biasanya, penumpang dari dan menuju Stasiun Jakarta Kota hanya memiliki dua pilihan, yakni arah BNI di Kota Tua dan arah Pinangsia. PT KCJ berinisiatif membuka Hall Baru itu mengingat banyak penumpang yang menuju Pasar Pagi Mangga Dua. Selain itu, penambahan hall akan memecah masalah antrean penumpang pada saat jam sibuk.

"Kami juga berkoordinasi dengan stakeholder terkait karena hal ini berdampak pada penataan area luar stasiun," lanjut Fadhilla. Sebagai contoh, kanalisasi akan mempermudah penumpang KRL umumnya dan wisatawan yang menuju Kota Tua menggunakan trotoar dan mengurangi penumpukan di sekitar stasiun.

Hingga akhir 2017, PT KCJ juga akan meresmikan penggunaan underpass di enam stasiun, yaitu Pondok Ranji, Sudimara, Citayam, Tebet, Bojonggede, dan Cilebut. Pembangunan underpass adalah bagian dari komitmen untuk meningkatkan keselamatan konsumen.

"Keamanan penumpang ketika berpindah peron menjadi lebih terjamin. Ini juga merupakan upaya menunjang budaya memanfaatkan transportasi publik dengan lebih maksimal," kata Fadhilla.

Dalam acara itu, PT KCJ juga memberikan waktu tanya jawab kepada anggota komunitas yang merupakan pengguna KRL. Juniati, misalnya, memiliki gangguan pendengaran ia mengharapkan agar KCJ melengkapi fasilitas informasi bagi penumpang dengan kebutuhan khusus.

Selama ini, aku Juniati, ia kerap kesulitan menentukan stasiun turun. Ia pernah berniat untuk pergi ke Stasiun Universitas Indonesia tetapi malah 'tersesat' hingga Stasiun Bekasi.

"Penumpang difabel memerlukan petunjuk khusus, misalnya informasi mengenai transit dan perpindahan peron. Biasanya penumpang difabel juga kesulitan untuk masuk ke area stasiun, karena di luar stasiun fasilitasnya kurang memadai," tutur Juniati yang tinggal di Cengkareng.

Fadhilla berjanji akan membekali staf dengan kemampuan bahasa isyarat agar lebih memahami kebutuhan penumpang berkebutuhan khusus, termasuk jalur khusus untuk kursi roda. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya